POJOKSATU.ID - Kondisi di sejumlah wilayah Sumatera, terutama Aceh Tamiang, Takengon, Gayo Lues, dan Bener Meriah, dilaporkan masih sangat mencekam.

Banjir besar yang telah berlangsung beberapa hari tak menunjukkan tanda-tanda surut.

Warga kini menghadapi situasi darurat: kelaparan, kehausan, dan tidak adanya akses air bersih maupun listrik.

Baca Juga: Kemenag Buka Periode III Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Agama, Mulai 15 Desember 2025, Cek Jadwal dan Ketentuan Lengkapnya

Laporan warga setempat menyebutkan bahwa kebutuhan dasar hampir tidak terpenuhi. Dilansir dari instagram @irwandiferry

Banyak keluarga yang bertahan hanya dengan sisa makanan seadanya, sementara persediaan air minum sudah habis.

Minimnya penerangan dan jaringan komunikasi yang sering terputus membuat warga semakin terisolasi.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA Astra International Desember 2025, Terbuka untuk Fresh Graduate hingga Profesional

Di tengah kondisi tersebut, beredar pula video dramatis yang memperlihatkan sebuah truk besar terseret arus banjir dan bahkan terangkat hingga menumpuk di atas truk lain.

Pemandangan itu menggambarkan betapa kuat dan dahsyatnya arus banjir yang menghantam kawasan itu.

Jika kendaraan seberat itu bisa terhempas begitu saja, warga bertanya-tanya bagaimana nasib manusia dan hewan di sekitar area banjir.

Baca Juga: Subsidi Bocor ke Kaum Tajir? Purbaya Beberkan Fakta Masih Ada Orang Kaya Dapat Bantuan Pemerintah

Sejumlah warga dari berbagai daerah terdampak menyerukan permintaan bantuan secara terbuka. Mereka berharap ada perhatian lebih dari pemerintah pusat maupun daerah.

Bantuan logistik seperti makanan, air minum, selimut, obat-obatan, dan akses komunikasi menjadi kebutuhan paling mendesak.

Seruan bantuan juga banyak beredar di media sosial.

Baca Juga: Viral! Relawan Penggalang Donasi Banjir Langkat Sebut Ada Oknum Dinsos Minta Klaim Bantuan, Tiba Tiba Ada yang Mau Nitip Nama?

Warga meminta siapa pun baik relawan, lembaga kemanusiaan, maupun pemerintah untuk membantu Aceh Tamiang dan daerah sekitarnya yang masih terisolasi.

Mereka menekankan bahwa situasi saat ini sangat kritis dan keselamatan warga terancam.

Sejumlah relawan lokal sudah bergerak, namun keterbatasan akses dan cuaca ekstrem membuat proses distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Banyak jalan terputus, jembatan rusak, serta derasnya arus air membuat perahu pun sulit melintas.

Baca Juga: Viral Ferry Irwandi Temukan Warga Minum Air Banjir Dicampur Teh, Aceh Tamiang Ternyata Lebih Parah dari Laporan Resmi!

Warga berharap bantuan logistik dan tim penyelamat dapat segera mencapai lokasi-lokasi yang hingga kini belum tersentuh bantuan.

Mereka meminta pemerintah mempercepat penanganan darurat, mengingat setiap jam keterlambatan dapat memperburuk situasi.***