POJOKSATU.id - Sejatinya menangkap 3 DPO pelaku pembunuhan Vina Cirebon itu adalah hal yang sangat teramat mudah untuk dilakukan.

Bandingkan kasus pembunuhan Vina Cirebon ini dengan kasus pembunuhan Brigadir Johsua yang diotaki Ferdy Sambo yang saat itu berpangkat Inspektur Jenderal.

Apalagi saat itu Ferdy Sambo menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, yang pastinya bukan jabatan dan posisi kaleng-kaleng.

Dari total 11 pelaku, 8 pelaku sudah ditangkap dan sudah menjalani proses peradilan.

Baca Juga: Spekulasi Netizen Mengaburkan Kasus Vina Cirebon

Sementara 3 pelaku lainnya, meski sudah 8 tahun berlalu, ternyata masih belum juga ditangkap.

Ketiga pelaku itu kini ditetapkan sebagai DPO. Ketiga pelaku DPO itu adalah yaitu Andi, Dani, dan Pegi alias Perong alias Egi.

Di media sosial, merebak kabar bahwa Egi yang disebut-sebut otak pelaku pembunuhan adalah anak seorang perwira Polri dengan pangkat yang lumayan.

Terbaru, beredar kabar lain yang menyebut bahwa Egi adalah anak mantan pejabat penting di Cirebon.

Baca Juga: Yakin 3 DPO Kasus Vina Cirebon Benar-benar Ada? Bukan Fiktif? Kuncinya Ada 2 Perwira Polri Ini

Nah, bandingkan dengan Ferdy Sambo yang memiliki pangkat, posisi, jabatan, kekuatan dan sumber daya untuk merekayasa kasus pembunuhan Brigadir Jodhua.

Pastinya kasus Ferdy Sambo yang bersekongkol dengan istirnya, Putri Candrawati, itu jauh lebih rumit dan sulit.

Akan tetapi pada akhirnya, kasus pembunuhan berencana dan terskenario itu bisa dibongkar sepenuhnya.

Saat itu seluruh elemen, termasuk Polri, berada dalam satu barisan, satu suara dan satu misi, yakni bongkar kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

Bukan hanya publik, kasus ini juga mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan yang lagi-lagi diarahkan kepada institusi Polri.

Salah satunya pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Melalui akun Instagram dengan pengikut 8,8 juta tersebut, advokat yang kerap memberikan bantuan atas kasus-kasus viral dan janggal itu angkat bicara.

"Kasus pembunuhan Vina di Cirebon 8 tahun lalu, pada 2016. Dari 11 pelaku, 8 pelaku sudah vonis pengadilan dan 3 menghilang atau DPO," ucap Hotman mengawali, sebagaimana dikutip Pojoksastu.id, Senin 20 Mei 2024.

Baca Juga: Egi Otak Pembunuh Vina Cirebon Masih Misterius, Jenderal Polri Bintang 1 Ini Terseret, Apa Hubungannya?

"Katanya yang menghilang itu salah satu adalah otak dari pelaku pembunuhan yang karena cintanya ditolak oleh almarhum," sambungnya.

Karena itu Hotman Paris meminta Kapolda Jawa Barat bisa mengusut tuntas kasus ini.

"Bapak Kapolda Jawa Barat, jutaan rakyat Indonesia memohon dan meminta informasi terbukanya terungkapnya kasus ini," ingatnya.

Hotman meminta agar penyelidikan kasus pembunuhan Vina Cirebon ini kembali dibuka.

Menurutnya, untuk menangkap 3 pelaku DPO itu sangat mudah sekali untuk dilakukan.

Baca Juga: Kuasa Hukum : 8 Tersangka Kasus Vina Cirebon Salah Tangkap

"Mulai dari keluarga 3 pelaku ini. Pasti ada foto-fotonya, pasti ada jejak digital," saran dia.

Hotman juga menyebut, keterangan dan petunjuk penting juga bisa didapat dari 8 pelaku yang saat ini mendekam di penjara.

"Kemudian juga 8 orang yang ditahan pasti mereka tahu detail tentang si pelaku ini," tandasnya.

 

Egi Anak Mantan Bupati?

Dalam unggahan video lainnya, Hotman Paris juga menyatakan turun tangan dengan menjadi kuasa hukum keluarga Vina Cirebon.

Pada video tersebut, Hotman Paris mengaku mendapat informasi bahwa salah satu pelaku dari 3 DPO adalah anak mantan Bupati.

"Semakin terkuak kasus almarhumah Vina Cirebon. Apakah benar salah satu orang yang DPO tersebut anak dari mantan bupati?" kata dia.

Karena itu, pengacara nyentrik ini mendesak penyidik tidak tinggal diam.

Baca Juga: Kasus Alm Vina Cirebon, Masyarakat dan Netizen Harus Cerdas Jangan Sebar Hoax

"Ayo, penyidik segera turun ke lapangan. Panggil mantan bupatinya. Jutaan orang sudah menunggu," ingatnya.

Kalau benar informasi tersebut, maka menangkap 3 DPO tersebut tidaklah sulit.

"Apakah benar salah satu pelaku yang DPO adalah anak mantan bupati? Sudah viral dimana-dimana."

"Ayo, penyidik Polda Jabar jemput langsung (mantan bupati), sita semua handphone, istri, anak-anak, bahkan kakek-neneknya," tegas dia.

 

Ada yang Intervensi

Sementara kepada wartawan, pada Kamis (16/5), Hotman Paris menyebut polisi kurang serius dalam menangani kasus ini.

Baca Juga: Penanganan Kasus Pembunuhan Vina oleh Polda Jabar Dianggap Kurang Memuaskan, Pengamat Ini Beri Alasan Kasusnya Diambil Alih Bareskrim Polri

"Kami melihat ada ketidakseriusan untuk mengungkap tiga pelaku ini," ujar Hotman paris kepada wartawan.

Keterlibatan 3 pelaku DPO itu juga sudah sangat jelas berdasarkan pengakuan dari 8 pelaku.

"Kelihatan jelas, 8 pelaku itu mengakui ketelibatan 3 DPO ini," ucapnya.

Akan tetapi keterlibatan 3 DPO itu mendadak kompak dibantah oleh 8 pelaku setelah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Di tahap ini, Hotman Paris menduga hal itu terjadi karena mereka mendapat tekanan dari pihak tertentu.

"Berarti ada pengaruh seseorang," pungkas Hotman.***