POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia berencana untuk melakukan uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) menggunakan sistem government technology (Govtech) pada Januari 2026.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos, serta berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp100 triliun.
Menurut Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, penyaluran bansos akan dilakukan langsung ke rekening bank setiap keluarga penerima manfaat.
Dengan sistem ini, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mengurangi potensi penyalahgunaan dana.
Sistem Govtech sendiri dijadwalkan akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Agustus 2025.
Sistem ini merupakan integrasi dari berbagai aplikasi pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.
Salah satu fitur yang akan diterapkan dalam penyaluran bansos adalah sistem pembayaran berbasis barcode.
Fitur ini diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Manfaat Sistem Govtech dalam Penyaluran Bansos:
1. Ketepatan Sasaran
Penyaluran langsung ke rekening bank penerima manfaat memastikan bahwa bantuan diterima oleh pihak yang berhak.
2. Efisiensi Anggaran
Dengan mengurangi potensi penyalahgunaan dana, negara berpotensi menghemat anggaran hingga Rp100 triliun.
3. Transparansi
Sistem pembayaran berbasis barcode memungkinkan pemantauan penggunaan dana bansos secara lebih transparan.
4 Efektivitas
Integrasi berbagai aplikasi pemerintah dalam sistem Govtech diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bansos.
Penerapan sistem Govtech dalam penyaluran bansos merupakan langkah maju dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.
Diharapkan, sistem ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.***




