POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Situr Wijaya (33), jurnalis media online asal Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah ini.

Seperti diketahui, nama Situr Wijaya belum lama ini tengah ramai disorot publik usai disebut sebagai korban tindak pidana.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi lantaran dirinya ditemukan tewas mengenaskan di salah satu hotel kawasan Jakarta Barat (Jakbar).

Baca Juga: Imbas Banjir dan Angin Kencang di 17 Titik Kota Tangerang, BPBD Siapkan Posko Pengungsian

Berdasarkan informasi beredar, penyebab Situr Wijaya berakhir tragis ini tidak lain dikarenakan diduga jadi korban pembunuhan.

Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Senin (7/4/2025).

Dalam artikelnya, kuasa hukum keluarga korban Rogate Oktoberius Halawa turut menanggapi kasus tersebut.

Baca Juga: Ramai Dikabarkan Jadi Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator, Nama Permadi Arya Trending di X, Netizen Sindir Pemerintah

Yang mana, Rogate menuturkan bahwa Situr diduga kuat merupakan korban tindak pidana berupa pembunuhan.

Dikarenakan, jurnalis media online itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan sekujur luka lebam di tubuhnya.

“Setelah melihat foto-foto korban, pihak keluarga korban curiga bahwa korban meninggal dunia karena dibunuh,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Perlu Antri Tiket, Pengunjung Ragunan Gunakan JakCard Sepanjang Libur Lebaran 2025

“Karena dilihat dari foto kondisi korban mengeluarkan darah di hidung dan mulut, luka memar di wajah dan seluruh badan, serta ada sayatan di leher bagian belakang,” lanjutnya.

Diketahui, kasus ini mencuat usai Situr ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar Hotel D’Pragon Kebun Jeruk, Jakbar.

Yang mana, keberadaan jasad jurnalis media online itu berhasil ditemukan oleh pihak petugas hotel pada Jumat (4/4/2025).

Baca Juga: Lisa Mariana Tulis Inisial R untuk Nama Ayah Anaknya Saat Lahiran di RS, Ada Ajudan Kang Emil Juga

Mengetahui hal itu, pihak petugas hotel sontak melaporkan temuan jasad tersebut kepada aparat kepolisian.

Tidak lama setelahnya, kabar duka terkait meninggalnya sosok Situr ini terdengar oleh pihak keluarga korban.

Padahal, Situr yang ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan ini baru saja berpamitan kepada keluarganya pada Kamis (3/4/2025).

Baca Juga: Pastikan Kode Ini Muncul di Info GTK Anda Jika SKTPG Terbit, TPG Segera Cair!

Yang mana, dirinya pamit kepada keluarganya tidak lain untuk menjalani pekerjaan di kawasan Jakbar.

Namun, jurnalis asal Palu yang hendak bekerja ke luar pulau itu justru berakhir memberikan kabar duka.

Hingga kini, jasad korban telah dipulangkan kembali ke kampung halamannya usai para penyidik melakukan otopsi.

Baca Juga: Arus Balik Puncak Mudik Lebaran Terjadi Kemarin, KCIC : Total Penumpang Mencapai 23 Ribu

“Sudah dilakukan autopsi di Rumah Sakit (RS) Polri. Tadi disampaikan hasilnya akan segera dirilis karena menjadi atensi,” pungkansya.

Lebih lanjut, kasus ini juga turut dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Yang mana, Ade menuturkan bahwa pihaknya menemukan beberapa obat di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga: Dicairkan Mulai 10 April untuk Siswa Kelas Akhir, Berikut Rincian Jumlah Dana Bantuan dan Penerima PIP 2025

“Beberapa obat ditemukan di kamar korban,” jelasnya usai para penyidik melakukan olah TKP di kamar Hotel D’Pragon.

Diketahui, obat yang ditemukan penyidik kepolisian ini tidak lain, seperti Promag, Mycoral Ketoconazole, dan Rifampicin.

Tidak heran, kasus ini ramai menyita perhatian publik lantaran ditemukan banyaknya kejanggalan dalam kematian Situr.

Baca Juga: Kode 08 Muncul di Info GTK: TPG Guru Siap Masuk Rekening Minggu Ini!

Terlebih, kejadian tragis ini kian menambah daftar kasus pembunuhan terhadap sosok seorang jurnalis.

Seperti diketahui, salah satu jurnalis wanita asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan juga menjadi korban tindak pidana.

Yang mana, dirinya dibunuh oleh oknum TNI Angkatan Laut (AL) di dalam sebuah mobil rental.

Baca Juga: Realitas Utang

Hingga kini, pihak yang terlibat dalam kasus kematian jurnalis media online, Siturtengah menunggu hasil otopsi jasad korban. ***