POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Andarias Tanna (44) seorang guru honorer di Papua Tengah, Papua.
Diketahui, sosok Andarias Tanna dikabarkan telah meninggal dunia saat tengah bertugas sebagai guru di kawasan Timur.
Yang mana, dirinya disinyalir kuat menjadi korban penembakan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dengan senjata api (senpi).
Berdasarkan informasi beredar, Andarias Tanna ditembak OTK di sebuah kios atau warung yang menjadi tempat kediamannya.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews pada Kamis (26/12/2024) yang mengungkap kasus tersebut.
Dalam artikelnya, korban dikonfirmasi telah menjadi korban penembakan yang mendapatkan luka di sekujur tubuh.
Baca Juga: Pembuatan SIM Tak Bisa Berlaku Seumur Hidup? Ternyata Begini Alasannya
Kejadian bermula ketika korban saat itu diketahui tengah berjualan di sebuah warung tempat kediamannya.
Namun, tiba-tiba beberapa OTK datang menghampiri Andarias di sebuah warung tempatnya berjualan yang bertepatan di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Tidak heran, korban yang mengetahui hal ini sontak terkejut dengan kedatangan para OTK tersebut.
Sebab, para pelaku penembakan ini sudah dalam keadaan memegang senpi saat menghampiri korban.
Tidak lama setelahnya, terdengar suara tembakan yang mengkonfirmasi bahwa Andarias sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Hal ini diungkapkan salah seorang saksi yang melihat jelas bahwa para pelaku penembakan ini mengeluarkan senpi.
Baca Juga: Lukisan Aktivis
Sebab, dirinya sempat nyaris menjadi korban penembakan oleh OTK saat sedang melintasi kawasan Kampung Dago.
Namun, dirinya berhasil melarikan usai memohon ampun agar tidak menjadi sasaran penembakan para pelaku.
“Saksi sempat memohon kepada OTK dengan berkata jangan bunuh saya, saya punya anak-anak,” jelas dikutip.
Baca Juga: Prediksi Skor Chelsea vs Fulham 26 Desember: The Blues Sangat Diunggulkan Menang
Alhasil, para pelaku yang tidak tega ini sontak bergegas ke arah kediaman Andarias sang guru honorer di Papua.
Tanpa maksud yang jelas, korban langsung menerima serangan dengan senpi yang terdengar oleh saksi tersebut.
Saksi yang mengetahui hal ini sontak melaporkan kejadian ke pihak berwajib terhadap para aparat penegak hukum.
Namun, setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pelaku ternyata sudah melarikan diri tanpa meninggalkan bukti apapun.
Terkecuali, hanya berupa jasad korban yang tertembak dengan senpi oleh para pelaku OTK tersebut.
“Saksi lainnya mengaku setelah mendengar bunyi tembakan langsung berlari ke Polres Puncak untuk melaporkan insiden tersebut,” pungkasnya.
Baca Juga: Ini Penyebab Pengumuman PPPK 2024 Tahap 1 Tidak Serentak, Info Langsung dari BKN
“Saat tiba di TKP para pelaku sudah tidak ada dan korban telah meninggal akibat luka tembak di bagian dada kiri,” lanjut laporan artikel.
Mengetahui hal ini, para aparat kepolisian sontak menindaklanjuti kasus tersebut untuk mencari tahu keberadaan pelaku.
Berdasarkan informasi beredar, pelaku penembakan ini tidak lain dari golongan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Lebih lanjut, guru honorer yang menjadi korban penembakan ini diketahui telah dievakuasi oleh para aparat.
Yang mana, korban disinyalir tengah dalam perjalanan pulang untuk dikebumikan di kampung halamannya kawasan Makassar.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol. Faizal Rahmadani yang membenarkan keberadaan korban.
“Saat ini jenazah korban sudah dievakuasi ke Makassar untuk dimakamkan di kampung halamannya di Toraja,” jelasnya. ***


