POJOKSATU.id – Sebuah rekaman yang menampilkan aksi massa membakar sebuah truk di Aceh Utara belakangan menjadi sorotan warganet.

Video tersebut beredar luas dan memunculkan dugaan bahwa kendaraan yang hangus itu merupakan milik BNPB.

Informasi tersebut akhirnya dibantah, sebab truk yang terbakar adalah armada Satpol PP Aceh Utara.

Baca Juga: Ada Aturan Khusus Pencairan TPG Bagi Guru yang Terdampak Bencana? Begini Info dari Mendikdasmen!

Yang sedang digunakan dalam kegiatan distribusi bantuan banjir bersama rombongan Bupati Aceh Utara.

Penelusuran dilakukan untuk memberi kejelasan kepada publik agar tidak terjadi kesalahan persepsi mengenai peran BNPB dalam peristiwa tersebut.

Lembaga itu sama sekali tidak terlibat dan tidak memiliki kendaraan yang terkena aksi pembakaran.

Baca Juga: Bu Walikota Banda Aceh Menangis, Jenazah Banyak Belum Dievakuasi 14 Hari, Tak Juga Darurat Nasional

 

Bagaimana Insiden Ini Terjadi?

Insiden bermula pada Rabu malam, 10 Desember 2025. Saat itu, sebuah truk Satpol PP tengah mengangkut paket bantuan menuju wilayah terdampak banjir di Langkahan.

Dalam perjalanan, kendaraan tersebut terhambat karena jalur yang mereka lalui berubah menjadi lumpur tebal hingga membuat ban truk terperosok.

Kondisi itu menyebabkan kendaraan tertinggal dari rombongan Bupati Aceh Utara yang sudah lebih dulu melanjutkan agenda distribusi.

Baca Juga: INFO Pengumuman Kelulusan Bagi Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2025!

Di lokasi kejadian, sejumlah warga melihat isi truk yang memuat bantuan, lalu meminta agar logistik itu segera dibagikan.

Namun petugas yang berada di lapangan menjelaskan bahwa penyaluran harus mengikuti prosedur resmi dan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Penjelasan itu justru menimbulkan ketegangan. Warga yang merasa belum mendapatkan bantuan menjadi semakin gelisah dan emosional.

Baca Juga: Ada Aturan Khusus Pencairan TPG Bagi Guru yang Terdampak Bencana? Begini Info dari Mendikdasmen!

Kepala Satpol PP Aceh Utara, Iskandar, menuturkan bahwa truk berpelat BL 8013 KI tersebut dikemudikan oleh Plt. Kabid Trantib dan seorang anggota Satpol PP.

Menurutnya, kendaraan itu membawa sekitar 500 paket, dan sebagian sudah disalurkan sebelum insiden terjadi.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa tim seharusnya menuju Gampong Sarah Raja melalui rute Lhoksukon.

Baca Juga: Bu Walikota Banda Aceh Menangis, Jenazah Banyak Belum Dievakuasi 14 Hari, Tak Juga Darurat Nasional

Namun kesalahan arah membuat mereka melewati jalur Langkahan yang rusak parah, sehingga akses tidak dapat ditembus.

Saat truk berhenti, warga terus berdatangan dan meminta bantuan diturunkan.

Situasi cepat berubah tidak kondusif. Massa kemudian mengambil logistik secara paksa dan merusak kendaraan.

Baca Juga: INFO Pengumuman Kelulusan Bagi Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2025!

Menyadari kondisi yang semakin memburuk, petugas memilih mundur demi keselamatan.

Tak lama kemudian, amukan massa berujung pada pembakaran truk hingga hanya menyisakan rangka.

 

BNPB Beri Klarifikasi: Tidak Ada Armada Mereka di Lokasi

Seiring viralnya video tersebut, BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari.

memberikan penjelasan bahwa lembaganya tidak memiliki truk yang terlibat dalam kejadian itu. Ia menyampaikan beberapa poin penting

Baca Juga: INFO Pengumuman Kelulusan Bagi Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2025!

Kehadiran BNPB di Aceh Utara adalah untuk mendukung penanganan darurat banjir, termasuk logistik, evakuasi, dan pemulihan akses.

Seluruh penyaluran bantuan dilakukan bersama pemerintah daerah agar lebih terkoordinasi.

Truk yang terbakar bukan bagian dari armada BNPB, sehingga klaim yang beredar perlu diluruskan.

Meski isu liar beredar, BNPB tetap menjalankan operasi kemanusiaan sesuai kebutuhan lapangan.

Baca Juga: Ada Aturan Khusus Pencairan TPG Bagi Guru yang Terdampak Bencana? Begini Info dari Mendikdasmen!

 

Pemerintah Minta Situasi Tetap Terkendali

Pemerintah daerah menegaskan bahwa aksi pembakaran terjadi akibat tingginya tekanan dan kekhawatiran warga yang belum menerima bantuan.

Bukan karena kelalaian lembaga mana pun.

Baca Juga: TPG Seharusnya Cair Desember, tetapi Data Inpassing Bermasalah! Ini Dampak yang Langsung Dirasakan Guru

Untuk itu, masyarakat diminta tetap menjaga ketertiban agar proses pemulihan pascabencana bisa berjalan lancar.

Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan pihak terkait lain terus diperkuat guna mempercepat penyaluran bantuan dan pemulihan wilayah terdampak***