POJOKSATU.id - Warga dan tetangga mengaku melihat Waliyin pulang tapi pergi lagi dengan membawa sesuatu pada saat malam kejadian.
Berdasarkan informasi, eksekusi dan mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian dilakukan pada Rabu, 12 Juli 2023 malam.
Sayangnya warga tidak mengetahui persis apa yang dibawa oleh Waliyin saat pergi meninggalkan tempat kos-nya di malam kejadian itu.
Baca Juga: Aktro Ray Sahetapy Sakit, Kondisi Tubuhnya Jadi Sorotan, Berat Badannya Turun Drastis
Berdasarkan KTP, Waliyin tercatat sebagai warga Magelang, DIJ.
Dia menyewa sebuah tempat kos di Dusun Krapyak RT 04, Kecamatan Triharjo, Sleman.
Ketua RT setempat, Ngatijo, mengungkap, berdasarkan informasi dan sepengetahuan para tetangga, Waliyin selama ini diketahui merupakan seorang karyawan.
Baca Juga: Heboh Pencopotan Baliho Ganjar Pranowo oleh Anggota TNI , Panglima TNI Buka Suara, Bahas Soal Aturan
Dari pemilik tempat kos tersebut, pelaku mutilasi Redho Tri Agustian itu sudah tinggal di tempat kos itu sejak sekitar setahun lalu.
Akan tetapi, sejak nge-kos hingga ditangkap kemarin, Waliyin sama sekali belum pernah melapor atau menyerahkan identitasnya.
"Dia (Waliyin) tidak laporan saya. Jadi, tidak tahu dan tidak punya data," ungkap Ngatijo kepada wartawan, Minggu 16 Juli 2023.
Baca Juga: Jembatan Cikereteg Penghubung Bogor-Sukabumi Dibuka khusus Sepeda Motor
Disebutkan bahwa pria tersebut bekerja di sebuah restoran di Kaliurang.
Karena itu, sosok tersebut juga sangat jarang dilihat oleh warga.
Apalagi sosok Waliyin juga disebut warga dan para tetangga cukup tertutup.
"Kesibukannya kerja (karyawan) di kuliner (restoran). Berangkat pagim pulang malam," bebernya.
Bahkan sampai selama hamir setahun ini, Ngatijo mengaku sama sekali tidak pernah melihat atau bertemu langsung dengan Waliyin.
Meski begitu, warga dan para tetangga mengaku sama sekali tidak pernah mendapati hal yang mencurigakan selama Waliyin tinggal di kos tersebut.
Baca Juga: Tiba-tiba PN Tangsel Bantah Budyanto Djauhari Pelaku KDRT Viral Pengedar Ribuan Ekstasi
Aktivitas pelaku mutilasi Sleman itu selama di dalam kamar kos-nya juga sama sekali tidak ada mencurigakan.
Selama ini, tetangga dan warga setempat juga sama sekali tidak pernah mendengar suara atau kegaduhan dari dalam kos Waliyin.
Pergi saat Malam Kejadian
Informasi yang beredar, eksekusi dan mutilasi Redho Tri Agustian itu dilakukan Waliyin pada Rabu, 12 Juli 2023.
Itu adalah hari dimana ditemukan potongan tubuh di Dusun Kelor, Bangunkerto, pada Rabu malam.
Saat itu, warga dan tetang sempat melihat Waliyin pulang ke tempat kos-nya.
"Saat itu Rabu malam sempat pulang, motornya ditinggal di selatan jalan. Tapi pergi lagi," ungkap Ngatijo.
Akan tetapi dia kemudian pergi lagi meninggalkan kos dengan membawa sesuatu.
Sayangnya warga tidak mengetahui persis apa yang dibawa oleh Waliyin di malam itu.
Apalagi warga dan tetangga juga tidak terlalu memperhatikan.
Sebab saat itu tengah bergotong royong melakukan pengecoran jalan di depan gang masuk tempat kos Waliyin.
Di malam itu juga, warga melihat sama sekali tidak ada hal yang mencurigakan dari perilaku Waliyin.
"Kami tidak tahu bawa apa, soalnya sibuk kerja bakti," bebernya.
Tidak Ada Bercak Darah
Ngatijo membeberkan, Waliyin pelaku mutilasi Redho Tri Agustian selama ini memang cukup tertutup.
Dia juga sangat jarang bergaul dengan warga dan tetangg serta ikut kegiatan warga Dusun Krapyak.
Ngatijo juga tidak mengetahui persis apakah sosok misterius itu pernah membawa teman atau orang lain ke tempat kosnya atau tidak.
Sehari setelah penemuan potongan tubuh di Dusun Kelor, Bangunkerto, dirinya didatangi petugas kepolisian.
Baca Juga: Soal Enji Ngaku Rindu Bilqis, Ayu Ting Ting : Jangan Sampai Saya Korek Luka Lama Lagi
Petugas tersebut menanyakan tentang Waliyin.
Akan tetapi dirinya tidak bisa memberikan banyak keterangan karena memang tidak memiliki data yang diminta kepolisian.
"Karena kan dia tidak pernah melapor atau menyerahkan identitas ke saya," kata dia.
Baca Juga: 6 Tips Pakai Parfum yang Wajib Diikuti Semua Pria Agar Wangi Seharian
Saat itu polisi sempat menunggu Waliyin pulang. Tapi ternyata dia tidak pernah lagi pulang ke kos-nya.
Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan kamar kos Waliyin dengan izin pemilik tempat kos.
Dari dalam kamar kos itu, kata Ngatijo, polisi menemukan dan membawa sejumlah barang bukti.
Baca Juga: ABK yang Hilang Seminggu di Perairan Selat Malaka Ditemukan Meninggal Dunia oleh Basarnas Medan
"Ditemukan parang, cangkul kecil. Di sebelah kosnya banyak bungkus sarung tangan, baju kotor tidak ada bercak darah," bebernya.
Saat ini, polisi masih mendalami motif Waliyin mutilasi Redho Tri Agustian.***



.webp)
