POJOKSATU.ID - Lilis Tati Kaswati, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK PGRI 5 Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) belakangan ini tengah ramai disorot publik.
Tidak lain, hal ini terjadi usai Kepsek SMK PGRI 5 Jakarta tersebut viral di berbagai media sosial.
Sebab, dirinya dengan jelas sebut kata “tolol” kepada siswa korban pelecehan oknum guru SMK PGRI 5 Jakarta.
Menyikapi hal ini, politisi sekaligus kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Sinaga turut menanggapi kasus tersebut.
Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik Ronald Sinaga @brorondm pada Selasa (20/5/2025).
Dalam unggahannya, kader PSI itu menyinggung Polres Jakbar terkait fenomena yang telah terjadi.
Baca Juga: Kisah Pilu Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Trenggalek, 6 Warga Dipastikan Hilang
“Permisi @polres_jakbar apa kabar laporan pelecehan di sekolah ini? Apakah akan diproses atau dicuekin?,” jelas di-caption.
Diketahui, unggahan Ronald itu menampilkan sosok Kepsek SMK PGRI 5 Jakarta tengah mengamuk di hadapan para murid.
Bukan tanpa sebab, amukan itu dipicu lantaran siswa yang menjadi korban pelecehan tersebut bertindak seorang diri.
Baca Juga: Jaga Ekosistem dan Tolak Intervensi Berlebihan, ORASKI Pastikan Tak Ikut Aksi 20 Mei
Berdasarkan informasi dihimpun, bertindaknya korban pelecehan ini lantaran tidak kunjung menemukan titik terang atas kasus yang menimpanya.
Alih-alih demikian, tindakan tersebut justru dinilai bertentangan dengan kebijakan Lilis selaku Kepsek SMK PGRI 5 Jakarta.
Oleh karena itu, Lilis yang sudah tersulut emosi menuturkan perkataan kurang layak untuk diucapkan.
Baca Juga: Aksi Besar Besaran Demo Ojol Mulai Padat, Berikut Titik Pergerakan Massa dari Pertama Hingga Akhir
“Percayakan dulu pada kita, sebelum bertindak apa-apa kamu sudah bertindak, tolol namanya,” ucapnya.
Lebih lanjut, umpatan yang disampaikan Kepsek SMK PGRI 5 Jakarta ini diketahui berkaitan dengan kasus tindak asusila.
Di mana, salah satu oknum guru disebut telah melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan murid.
Baca Juga: Viral Remaja di Karawang Berubah Kelamin Jadi Laki-laki
Tidak lama setelah kasus itu mencuat, para murid yang merasa dirugikan sontak menggelar aksi demonstrasi.
Diketahui, aksi demo tersebut bertujuan untuk meminta tegas kepada pihak sekolah agar menindaklanjuti yang bersangkutan.
Namun, tuntutan yang disampaikan para murid pada awal (5/2025) kemarin justru tidak membuahkan hasil sampai sekarang.
Baca Juga: Investasi Masih Timpang, Kawasan Rebana Didorong jadi Magnet Ekonomi Baru Jabar
Padahal, kasus ini sudah menjadi pusat perhatian publik, terlebih lagi para politisi hingga legislator.
Salah satunya, Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian Untayana.
Yang mana, Adrian menuturkan bahwa oknum guru pelaku pelecehan tersebut harus dikenakan sanksi setimpal.
Baca Juga: Wakil Walikota Bandung Instruksikan Pendataan dan Penertiban Bangunan di Bantaran Sungai
“Siapa pun itu, pelaku pelecehan seksual harus dihukum untuk memberikan keadilan kepada para korban,” jelasnya.
“Proses hukumnya harus terus berjalan. Para pelaku harus tetap ditindak,” lanjutnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal Antaranews.com.
“Sekalipun hanya ada satu korban yang melaporkan kejahatan yang dilakukan oleh oknum guru mereka,” imbuhnya.
Baca Juga: M Rizky Soroti Pentingnya Perlindungan Dana Hibah untuk Pesantren
Hingga kini, publik masih menanti-nanti perkembangan kasus pelecehan hingga umpatan Kepsek SMK PGRI 5 Jakarta tersebut. ***

.webp)

