POJOKSATU.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital resmi menghentikan sementara penerapan Indonesia Game Rating System setelah sistem klasifikasi usia untuk gim itu menuai sorotan publik.
Keputusan tersebut diambil menyusul munculnya polemik terkait tampilan rating IGRS pada platform distribusi digital Steam, yang memicu pertanyaan dari para pelaku industri gim dan komunitas gamer di Indonesia.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa penghentian tersebut hanya bersifat sementara sambil menunggu proses investigasi dan evaluasi sistem selesai dilakukan.
"Kami memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan. Penundaan ini hanya sementara sampai proses evaluasi selesai," kata Sonny di Jakarta, Jumat.
Menurut Sonny, pemerintah ingin memastikan bahwa sistem klasifikasi usia gim tersebut benar-benar berjalan baik, transparan, dan mendapat kepercayaan dari masyarakat maupun pelaku industri gim nasional.
Sebagai langkah lanjutan, Kemkomdigi telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki permasalahan yang muncul.
Baca Juga: KPK Kasih ‘PR’ untuk Program Makan Gratis, Ini 7 Rekomendasi Pentingnya MBG Jadi Sorotan
Tim ini bertugas menelusuri berbagai aspek dalam penerapan IGRS, mulai dari sistem teknis, mekanisme kerja, hingga tata kelola yang diterapkan.
Tidak hanya melibatkan internal kementerian, proses evaluasi juga menggandeng berbagai pihak eksternal, termasuk asosiasi industri gim, Kementerian Ekonomi Kreatif, hingga Badan Siber dan Sandi Negara.
Sonny mengatakan, masukan dari pelaku industri terus dikumpulkan selama evaluasi berlangsung.
Baca Juga: Jangan Dirumahkan, Kemendikdasmen Tegaskan Sekolah Masih Butuh Guru Honorer
"Setiap hari kami berdiskusi dengan stakeholder untuk mengidentifikasi persoalan ini dan mencari solusi terbaik," ujarnya.
Meski IGRS tengah dievaluasi, Kemkomdigi memastikan tidak akan ada pemblokiran ataupun pembatasan akses terhadap gim yang belum memiliki rating IGRS.
Artinya, masyarakat tetap bisa memainkan gim seperti biasa tanpa gangguan akses selama masa penundaan berlangsung.
"Tidak ada gim yang diblokir. Dari awal memang tidak ada pemblokiran karena mekanismenya berbeda," tegas Sonny.
Langkah evaluasi ini dinilai penting agar sistem rating gim nasional benar-benar siap diterapkan tanpa menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Pemerintah pun berjanji akan terus memberikan pembaruan hasil investigasi secara berkala kepada publik.***


.webp)

