POJOKSATU.id - Geger kabar dari markas TNI Angkatan Darat setelah KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak buka suara soal Indonesia mengirim ribuan prajurit ke Gaza.

Rencana itu berkaitan dengan gabungnya Indonesia dalam Board of Peace, sebuah upaya internasional untuk misi kemanusiaan di wilayah konflik Gaza dan Israel.

Maruli menegaskan bahwa prosesnya masih berjalan dan penuh koordinasi lintas komando.

Baca Juga: Layanan dan Produk dari Shop and Bike Flagship Store

“Itu kan masih terus berjalan ya. Jadi, kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza."

"Nanti ke Mabes TNI, lalu nanti ke Mabes AD, membutuhkan personel yang berkarakter apa, nanti kami siapkan,” Tegas Maruli dikutip Pojoksatu.id dari Antaranews

Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak memegang keputusan akhir, melainkan hanya menyiapkan pasukan sesuai kebutuhan pusat.

Baca Juga: Layanan dan Produk dari Shop and Bike Flagship Store

“Lebih baik bertanya ke Mabes TNI. Kalau kami hanya penyiapan pasukan saja,” katanya.

Meski belum ada keputusan resmi Maruli mengungkapkan gambaran awal kekuatan serta banyaknya pasukan yang akan dikerahkan.

“Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 (personel) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” ujar Maruli.

Pernyataan tersebut langsung menyulut perhatian publik.

Baca Juga: Engga Mau Kalah! Heboh Bulog Juga Kepengen Punya Gudang Beras Sendiri di Kampung Haji Arab!

Skala pengerahan yang disebutkan bukan angka yang kecil, apalagi itu berarti Indonesia bersiap memainkan peran besar dalam perdamaian global.

Sementara sebagian lainnya masih bertanya seperti apa arah diplomasi pemerintah kedepannya.

Hingga kini Mabes TNI masih melakukan koordinasi dengan lembaga internasional untuk memastikan bentuk misi yang akan dijalankan.***