POJOKSATU.id - Kawasan elite District 8 Sudirman mendadak heboh ketika tim Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Dana Syariah Indonesia (DSI) pada Jumat 23/1/2026.
Kantor fintech syariah yang selama ini tampak mewah itu diobok-obok aparat setelah penyidikan mengarah pada dugaan proyek fiktif dan gagal bayar yang angkanya mencengangkan mencapai sekitar Rp 2,4 triliun kerugian investor.
Penggeledahan dilakukan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) sebagai tindak lanjut penyidikan dugaan fraud, rekayasa laporan, hingga pencucian uang.
Baca Juga: Banjir Terulang, Warga Karawang Timur Pertanyakan Kerja Nyata BBWS
Sejumlah dokumen, perangkat komputer, dan bukti elektronik disita untuk mengurai aliran dana jumbo yang tidak sesuai ketentuan.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri menjelaskan adanya indikasi kuat manipulasi pembukuan dan rekayasa laporan keuangan.
”Dan atau tindak pidana membuat pencatatan laporan palsu dalam pembukuan atau laporan keuangan,"
Baca Juga: TPG Cair Per Bulan Lancar! Rumus Cepat Hitung Jam Mengajar, Ekuivalensi, dan Validasi Info GTK
"dan atau tanpa didukung dokumen yang sah dan tindak pidana pencucian uang atas penyaluran pendanaan dari masyarakat yang dilakukan PT Dana Syariah Indonesia,”
Tegas Ade Safri dikutip Pojoksatu.id dari Jawapos 23/1/2026.
Kasus DSI meledak setelah ribuan lender mengeluhkan gagal bayar yang tak kunjung diselesaikan.
Baca Juga: TPG Cair Per Bulan Lancar! Rumus Cepat Hitung Jam Mengajar, Ekuivalensi, dan Validasi Info GTK
Total kewajiban yang macet diperkirakan mencapai Rp 2,4 triliun, menjadikannya salah satu skandal fintech syariah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Dugaan proyek fiktif, borrower palsu, hingga penyaluran dana ke perusahaan afiliasi makin memperkuat indikasi tindak pidana serius.
Saat ini, penyidik terus memeriksa saksi, memprofilkan aliran dana, dan menganalisis barang bukti hasil penggeledahan.
Polisi menyebut kemungkinan besar akan ada tersangka begitu bukti formal lengkap.
Baca Juga: Korban Tenggelam di Rengasdengklok Karawang Akhirnya Ditemukan Tim Gabungan
Penggeledahan dramatis di gedung premium ini menjadi sinyal bahwa kasus Dana Syariah memasuki babak krusial dan berpotensi menyeret nama-nama penting dalam industri fintech berbasis syariah.***



.webp)
