POJOKSATU.ID - Berdasarkan lampiran draf final Undang-Undang APBN Tahun 2026, Badan Gizi Nasional jadi lembaga yang meneima anggaran terbesar.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Polri sering kali jadi institusi teratas dengan anggaran terbesar.
Akan tetapi, di era Prabowo Subianto ketika ada program Makan Bergizi Gratis alias MBG, Badan Gizi Nasional bisa mengalahkan Kemenhan dan Polri.
Sedangkan untuk kesehatan, berada di urutan ke-5 dan pendidikan masuk dalam 10 lembaga dan kementerian paling besar menerima kucuran dana dari APBN untuk 2026 nanti.
Badan Gizi Nasional akan mendapatkan anggaran sebesar Rp268 triliun, seiring proyek ambisius pemerintah dalam membantu memperbaiki gizi para pelajar.
Di urutan kedua ada Kemenhan yang dipimpin Sjafrie Sjamsoeddin, mendapat anggaran Rp165 triliun.
Selanjutnya ada institusi Polri yang mendapat anggaran Rp145,65 triliun, lalu KemenPU di bawah pimpinan Dody Hanggodo mendapat dana Rp118,5 triliun.
Kemudian Kementerian Kesehatan yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin mendapat Rp114 triliun, Kementerian Agama 88,77 triliun, dan Kementerian Sosial Rp84,44 triliun.
Lalu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Rp61 triliun dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Rp55 triliun.
Di urutan ke-10 ada Kementerian Keuangan dengan menteri barunya yang mendapat anggaran Rp52 triliun.
Di bawahnya masih banyak lagi kementerian dan lembaga lainnya, DPR berada di posisi ke-20 yang mendapat dana Rp9 triliun dari APBN 2026.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional yang mendapat anggaran paling besar mendapat sorotan dari sejumlah pihak.
Baca Juga: Harga Tiket Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Bikin Kaget, Mulai Rp30 Ribuan
Diketahui, sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional ternyata diisi oleh TNI dan Polri, sehingga publik mempertanyakan kehadiran mereka yang ahli di bidangnya.
Namun, sejumlah purnawirawan TNI dan Polri justru mendapat tempat di bidang gizi yang dianggap tak relevan.
Seperti mantan perwira di Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen Pol. Sony Sanjaya dan Mayjen TNI purnawirawan Lodewyk Pusung yang sebelumnya menjabat Asisten Operasi Panglima TNI, keduanya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Gizi Nasional.
Kemudian ada juga Brigjen Purnawirawan Sarwono menjadi Sekretaris Utama, Brigjen Purnawirawan Jimmy Alexander Adirman sebagai Inspektur Utama, Brigjen Purnawirawan Suardi Samiran jadi Deputi Penyediaan dan Penyaluran, dan Mayjen Purnawirawan Dadang Hendrayudha menjabat Deputi Pemantauan dan Pengawasan.***


.webp)

