POJOKSATU.id, ACEH—Jutaan kayu bekas banjir yang menumpuk di sekitar Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, mulai dibersihkan.
Pembersihan dilakukan Kementerian PU dengan menggunakan alat berat yang dikerjakan sejak Minggu (21/12). Namun saat ini yang dioperasikan baru 2 unit eskavator dan 1 unit buldozer.
“Sesuai arahan Bapak Presiden @prabowo , seluruh unsur pemerintahan hadir untuk membantu daerah terdampak bencana,” kata akun resmi Instagram Kementerian PU, @kementerianpu, Minggu (21/12).
Kementerian PU bersama TNI dan masyarakat mendukung upaya Kementerian Kehutanan membersihkan kayu gelondongan dan sampah yang menumpuk di Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang.
Baca Juga: Heboh General Manajer PLN dan Wagub Aceh Tercebur ke Sungai di Pameu Aceh Tengah, Semua Selamat
Namun pembersihan jutaan kayu ini baru dilakukan pakai 2 unit eskavator dan 1 unit buldozer saja.
“Saat ini telah dikerahkan sejumlah alat berat, yaitu 2 unit excavator, 1 unit buldozer, dan 2 unit dump truck, dan akan ditambah 12 unit excavator serta 24 dump truck,” kata akun ini.
Kementerian PU menyadari upaya ini belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat, mengingat mobilisasi alat berat yang masif dan keterbatasan personel serta akses menuju lokasi bencana.
Namun, Kementerian PU berupaya sekuat tenaga bersama TNI dan masyarakat untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.
Baca Juga: Masya Allah, Rata-rata Kampung Hancur di Aceh Tamiang, Tapi Masjid-masjid Tidak Rusak Sedikitpun
“Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak dalam menjalankan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
Diketahui, masjid dan pondok pesantren Darul Mukhlisin menjadi penahaan laju jutaan kayu yang mau menghantam kota Karang Baru, termasuk RSUD Aceh Tamiang.
“Pesantren jadi benteng,”ujar akun Instagram @tanyoe.acehtamiang seperti dilihat Sabtu (20/12).
Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada Rabu (17/12) dan beberapa hari sebelumnya juga memposting video saat mengunjungi lokasi pondok pesantren ini.
Anies bersama warga di sana duduk di atas tumpukan-tumpukan kayu itu.
“PP Darul Mukhlisin, pesantren yang jadi benteng saat bencana,” kata Anies dalam keterangan video ini.
“Di bawah ini masih tinggi ini Pak. Di bawah itu masih ada sekitar 10 anak tangga lagi,” kata salah satu warga ke Anies.
“Jadi semua kayu ini ditahan sama pesantren Pak,” kata warga ke Anies.
“Ini jadi benteng rakyat di sini,” kata Anies menanggapi salah satu warga yang juga guru di pesantren itu.
Sementara beberapa akun Instagram menyebutkan di bawah tumpukan jutaan kayu itu ada beberapa rumah atau ada kampung yang hilang.***


.webp)

