POJOKSATU.ID- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih memprioritaskan operasi darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Kabut asap tebal yang menyebabkan rendahnya jarak pandang membuat helikopter water bombing di Kalimantan Tengah tidak dapat beroperasi selama lebih dari sepekan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, kondisi tersebut menjadi kendala dalam upaya pemadaman karhutla, khususnya di Kalimantan Tengah.
“Kalimantan Tengah khususnya, tadi kami laporkan bahwa untuk heli water bombing ini sudah hampir seminggu lebih tidak bisa terbang karena visibility rendah. Untuk Sumatra Selatan baru hari ini bisa terbang,” kata Suharyanto dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 14 Oktober 2026.
Untuk memperkuat penanganan karhutla, BNPB juga mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Sebanyak empat pesawat disiagakan untuk penanganan di Kalimantan Tengah, sedangkan dua pesawat dari Pangkal Pinang digunakan untuk mendukung penanganan di Sumatra Selatan.
Suharyanto mengatakan, operasi modifikasi cuaca akan dipadukan dengan pemadaman darat dan udara sesuai kondisi di lapangan.
Upaya tersebut dilakukan untuk membantu penanganan kebakaran yang masih berlangsung di kedua provinsi.
BNPB juga menunggu potensi turunnya hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mulai memasuki sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober hingga November mendatang.***





