POJOKSATU.ID - Reaksi keras datang dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta terkait gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Iran secara terbuka menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kecaman terhadap serangan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tersebut.
Prajurit yang gugur diketahui adalah Praka Farizal Rhomadhon, anggota Kontingen Garuda yang tengah menjalankan tugas di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon.
Baca Juga: Text Driven Song Creation Feels Less Intimidating Now
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan lewat akun Instagram @iraninindonesia pada Senin (30/3/2026), pihak Kedutaan Iran menyampaikan simpati kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas peristiwa tersebut.
Namun di sisi lain, Iran juga melontarkan kecaman keras terhadap serangan yang disebut sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan.
Dalam pernyataan itu, Iran menilai insiden tersebut merupakan dampak langsung dari agresi militer Israel yang terus berlanjut.
Baca Juga: Belanja Pegawai Tembus 42 Persen, Bupati Kolaka Pastikan PPPK Tetap Aman
“Kami dengan tegas mengutuk tindakan keji ini, yang merupakan akibat dari agresi berkelanjutan Israel dengan dukungan penuh Amerika Serikat,” tulis pernyataan tersebut.
Iran juga menyoroti bahwa pasukan penjaga perdamaian seharusnya mendapat perlindungan penuh sesuai hukum internasional. Menjadikan mereka sebagai target serangan dinilai sebagai pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi.
Lebih lanjut, pihak Iran mendesak agar insiden ini tidak dibiarkan tanpa konsekuensi hukum. Mereka menekankan pentingnya pertanggungjawaban atas tindakan yang telah menelan korban jiwa.
Baca Juga: Daftar 19 Instansi Tersulit CPNS 2026, Ada yang 1 Kursi Diperebutkan 150 Pelamar, Cek Mana Saja
Sejalan dengan itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga menyampaikan kecaman keras.
Indonesia mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti serangan tersebut.
Berdasarkan laporan resmi, Praka Farizal Rhomadhon gugur setelah terkena tembakan artileri yang menghantam posisi pasukan UNIFIL Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3/2026).
Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di wilayah konflik.
Di tengah situasi yang memanas, sorotan dunia kini tertuju pada upaya penegakan hukum internasional dan perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian.***



.webp)
