POJOKSATU.ID – Inilah sosok Taufik Nur, seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Paguyaman Gorontalo, Sulawesi Utara yang ditonjok oknum polisi.
Diketahui, Taufik Nur menjadi korban penganiayaan hingga patah tulang di bagian hidung akibat penganiayaan yang diterimanya.
Tidak hanya itu, Taufik Nur juga ditetapkan sebagai tersangka padahal dirinya menjadi korban dari kebengisan oknum polisi tersebut.
Usut punya usut, Taufik Nur diperlakukan demikian lantaran oknum polisi itu cemburu dengan dirinya terkait hubungan percintaan.
Diketahui, kekasih oknum polisi ini merupakan seorang bidan di puskesmas tempat Taufik bekerja.
Baca Juga: Warga Dusun Pungangan Subang Turun ke Lokasi, Tuntut Proyek Galian Tanah Merah Ditutup
Yang mana, Taufik kerap kali berkomunikasi dengan kekasih oknum polisi tersebut saat keduanya bekerja di Puskesmas Paguyaman.
Hal inilah yang menjadi dasar oknum polisi asal Gorontalo itu menonjok Taufik di tempatnya bekerja.
Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @sumsel.terciduk pada Sabtu (9/11/2024).
“Oknum polisi tersebut kesal karena pacarnya yang seorang bidan di Puskesmas Paguyaman sering berkomunikasi dengan Taufik,” jelas di-caption.
Kasus ini berawal dari Taufik yang tengah beristirahat di lantai dua Puskesmas Paguyaman pada Rabu (17/4/2024) silam sekitar pukul 18.00 WITA.
Namun, tidak lama setelahnya datang sosok anggota polisi ke puskesmas tersebut dengan tujuan ingin mencari keberadaan Taufik.
Diketahui, oknum polisi yang mengetahui keberadaan Taufik di lantai dua melalui penjaga puskesmas itu langsung bergegas.
Setibanya di lantai dua, oknum polisi yang melihat sosok Taufik sontak melancarkan serangan bertubi-tubi.
“Tanpa basa-basi, oknum polisi tersebut langsung naik ke lantai dua dan menuju kamar Taufik,” jelasnya.
“Taufik yang tertidur lelap kaget saat tiba-tiba merasakan pukulan di wajahnya” lanjutnya lagi di-caption.
Kini, berdasarkan informasi yang beredar bahwa Taufik telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersebut. ***



