POJOKSATU.id, JAMBI—Ibu Misri Puspita Sari (23) yaitu Lita Krisna mengaku heran dengan penetapan tersangka anaknya dalam kasus tewasnya Brigadir Nurhadi.

Pengakuan Misri kepada ibunya, Misri hanya ikut menolong korban yang tenggelam di dasar kolam di villa pribadi di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada April 2025 lalu.

Dia meminta polisi jangan menjadikan anaknya sebagai tumbal dalam kasus meninggalnya anggota Paminal atau Provost Polda NTB ini.

Baca Juga: Sebelum Tewas, Misri Sebut Ipda Haris Video Call Seseorang Tunjukkan Wajah Brigadir Nurhadi

“Misri bilang, dia cuma nolong korban. Tapi sekarang dia yang kena,” kata Lita Krisna dikutip dari Tribun Jambi, Senin (14/7).

Dia lalu meminta Misri tegar dan kepala tegak dalam kasus ini. Kalau memang tidak bersalah, harus dihadapi dengan kepala tegak.

“Tapi setelah itu, HP-nya disita. Sekarang saya hanya bisa komunikasi lewat pengacaranya,” kata Lita sedih.

“Kenapa hanya anak saya dan Kompol Yogi yang fotonya beredar? Padahal Ipda Haris juga tersangka,” katanya lagi.

Dia pun meminta polisi jangan menjadikan anaknya tumbal dalam kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi ini.

“Jangan jadikan anak saya tumbal!” tegasnya.

Baca Juga: Pengacara Terkejut Misri Tersangka, Hal Mencurigakan Dibongkar Terkait Brigadir Nurhadi dan Ipda Haris

“Saya lihat di berita, lehernya patah, lidah retak, memar di sekujur tubuh. Badan Misri kecil, bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu sendirian?” ujarnya heran.

“Tolong usut secara adil. Jangan hanya anak saya yang dijadikan kambing hitam. Semua tersangka harus diperlakukan setara,” tegasnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Detik-detik Kematian Brigadir Nurhadi

Sementara itu, Misri memberikan pengakuan mengenai kejadian yang dia alami pada 16 April 2025 lalu di vila Gili Trawangan, Lombok, NTB.

Pengakuan Misri ini disampaikan pengacaranya Yan Mangandar di You Tube Tribun Lombok dengan judul Pengacara Misri Beberkan Kronologi Detik-detik Kematian Brigadir Nurhadi di Vila Gili Trawangan seperti dilihat, Senin (14/7/2025).

Baca Juga: Jokowi Anggap Ada Agenda Besar Merusak Reputasinya, Said Didu Balas Menohok: Membuka Kebohongan

“Antara pukul 18.20 sampai 19.55, Ipda Haris Chandra dua kali masuk kembali ke vila. Pertama dia datang dia itu sambil main Hp, dia itu nelpon sambil video call. Dia langsung ke kolam, sempat video call seseorang dan ditunjukkan wajah Brigadir Nurhadi,” katanya.

Kedatangan ketiga kali Ipda Haris Chandra hanya sampai teras villa. Dengan gestur celangak celinguk ke dalam villa yang ditempati Kompol Yogi dan Misri tersebut.

Sementara posisi Kompol I Made Yogi saat itu di kamar vila sambil tertidur karena pengaruh obat atau narkoba yang mereka minum saat pesta.

Pada pukul 19.55 ini, Misri sambil duduk di kursi kolam villa sempat memvidiokan Brigadir Nurhadi di pinggir kolam dalam kondisi berendam dan sempat dikirimkan ke teman-temannya sambil menyebut vidio ini lucu.

Setelah mengambil video, Misri lalu berjalan ke kamar sambil main Hp. Saat jalan ke kamar, dia lihat Ipda Haris Chandra datang ketiga kalinya. Dia melihat Haris sampai di teras villa saja.

Lalu Misri membangunkan Kompol I Made Yogi karena beranggapan Ipda Haris Chandra ada keperluan dengan Kompol Yogi.

“Bangunkannya lama lagi, mungkin sampai 15 menitan. Akhirnya Kompol Yogi bangun langsung pegang HP,” katanya.

“Setelah memastikan Kompol Yogi bangun, dia langsung masuk kamar mandi. Dia mandi lama sekali sampai lebih 20 menitan. Mandi total dia katanya. Di dalam dia agak lama. Habis mandi dia dandan karena meja rias juga di dalam,” ujarnya lagi soal Misri saat kejadian malam itu.

“Selama di kamar mandi, dia tidak mendengar apa-apa sama sekali,” kata Yan Mangandar menceritakan kronologi kejadian di Villa Gili Trawangan.

Diduga saat Misri di dalam kamar mandi ini, disitulah Brigadir Nurhadi dihabisi dengan cara dicekik lalu ditenggelamkan ke dalam kolam.

“Misri tidak ada mendengar ribut-ribut seperti adegan berkelahi,” kata Yan Mangandar pengacara Misri Puspita Sari ini.***