POJOKSATU.id – Setelah berminggu-minggu hanya menjadi sasaran opini publik, Presiden Joko Widodo akhirnya pecah sunyi dan buka suara soal namanya yang terus dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

Pernyataan Jokowi langsung memantik kehebohan nasional dan viral di berbagai platform media sosial.

Jokowi mengatakan dirinya tak kaget namanya selalu terseret dalam berbagai kasus yang melibatkan para menterinya.

Baca Juga: Bantu Warga Terdampak Banjir, AHASS Gelar Servis dan Ganti Oli Gratis di Bekasi–Karawang

Menurutnya posisi presiden memang membuat setiap kebijakan apa pun langsung diarahkan seolah bersumber dari dirinya.

"Ya di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya. Karena apa pun program kerja menteri,"

"pasti dari kebijakan Presiden. Pasti dari arahan Presiden, dan juga dari perintah-perintah Presiden," kata Jokowi, Jumat dikutip pojoksatu.id dari inews.id (30/1/2026).

Baca Juga: SUDAH KELUAR! Hasil Akhir PPPK Tendik Sekolah Rakyat Kemensos 2025 Telah Keluar! Cek Link Pengumuman Resminya di Sini

Pernyataan itu menjadi semakin ramai diperbincangkan setelah Jokowi menegaskan bahwa kebijakan presiden tidak serta-merta berarti ia memberikan arahan yang melanggar hukum.

Ia menilai publik perlu membedakan antara garis besar kebijakan negara dan tindakan teknis yang dilakukan kementerian.

“Karena apapun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden, pasti dari arahan presiden. Dan juga dari perintah-perintah presiden,” jelasnya, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Baca Juga: SUDAH KELUAR! Hasil Akhir PPPK Tendik Sekolah Rakyat Kemensos 2025 Telah Keluar! Cek Link Pengumuman Resminya di Sini

Di tengah panasnya pemeriksaan eks Menag Yaqut oleh KPK, Jokowi kembali menegaskan tidak pernah mengeluarkan perintah untuk melakukan korupsi dalam bentuk apa pun.

Ucapan ini sontak menjadi titik balik percakapan nasional.

“Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi, enggak ada,” tegas dia, dikutip pojoksatu.id dari beritasatu.com.

Pernyataan beruntun dari Jokowi ini memecah spekulasi publik dan menambah babak baru dalam drama panjang kasus kuota haji yang telah menyeret banyak nama besar.

Respons publik pun membludak sebagian menilai Jokowi sedang meluruskan narasi, sementara sebagian lainnya menganggap ini tanda tekanan kasus semakin kuat.***