POJOKSATU.id - Di saat lowongan kerja lebih cepat hilang daripada saldo tanggal tua, publik tampaknya mulai punya resep sendiri untuk memperbaiki ekonomi.
Bukan lagi sekadar minta ganti strategi atau bikin jargon baru, tapi langsung menyasar kursi pejabat.
Mungkin masyarakat sudah terlalu sering mendengar kalimat "ekonomi tumbuh positif".
Sementara di lapangan yang tumbuh justru antrean pencari kerja dan harga kebutuhan pokok.
Cari kerja sekarang rasanya seperti ikut undian berhadiah, pelamarnya ribuan, yang diterima cuma segelintir.
Sementara harga cabai, beras, sampai minyak goreng seperti ikut lomba panjat ranking tiap pekan.
Tak heran, dalam polling terbaru Indo Satu Media Group, mayoritas responden memilih "ganti pejabat" ketimbang sekadar "ganti kebijakan" untuk memperbaiki ekonomi Indonesia.
Bagi sebagian masyarakat, mungkin masalahnya bukan lagi di aturan di atas kertas.
Baca Juga: Tanda Ekonomi Buruk, Hasil Polling: 56,48 Persen Cari Kerja Susah, 42,84 Persen Harga-harga Naik
Tapi siapa yang menjalankan dan seberapa peka mereka terhadap kondisi rakyat sehari-hari.
Hal itu tergambar dalam hasil polling Indo Satu Media Group yang dilakukan di media sosial.
Dari total 2.652 pemilih, sebanyak 2.135 responden atau 80,51 persen menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini buruk.
Hanya 513 responden atau 19,34 persen yang merasa ekonomi masih baik-baik saja. Sisanya memilih jawaban lain.
Polling ini menjangkau lebih dari 35 ribu akun media sosial.
Mayoritas responden juga menilai kondisi ekonomi saat ini ikut dipengaruhi terus melemahnya dolar terhadap Rupiah.
Dari 2.192 pemilih, sebanyak 78,51 persen menjawab "iya".
Dari sini sudah bisa dilihat bahwa mungkin masyarakat tampaknya mulai hafal pola lama: kalau Rupiah melemah, harga barang ikut berulah.
Baca Juga: Wani Tenan
Mulai dari kebutuhan dapur sampai biaya hidup harian terasa makin berat.
Yang dulu belanja cukup sekali masuk minimarket, sekarang baru lihat total belanja di kasir saja sudah bikin tarik napas panjang.
Ketika ditanya apa tanda paling nyata ekonomi sedang tidak baik-baik saja, mayoritas responden menjawab sulit mencari pekerjaan.
Sebanyak 56,48 persen memilih opsi "kerja susah", sementara 42,84 persen lainnya menilai kenaikan harga kebutuhan pokok jadi tanda paling terasa.
Jawaban ini seperti mewakili realitas yang ramai dibahas di tongkrongan, media sosial, sampai grup keluarga.
Baca Juga: Wakil Kepala BGN Irjen Purn Sony Sonjaya Bantah Kena OTT Bareskrim Polri
Banyak yang mengaku sudah kirim lamaran ke mana-mana, tapi panggilan kerja belum juga datang.
Di sisi lain, harga sembako justru terus bergerak naik seperti tidak kenal rem.
Menariknya, saat ditanya langkah apa yang harus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi, mayoritas responden justru memilih "ganti pejabat" dibanding "ganti kebijakan".
Dari total 1.529 pemilih, sebanyak 59,12 persen memilih pergantian pejabat, sementara 39,63 persen memilih pergantian kebijakan.
Mungkin bagi sebagian masyarakat, masalah ekonomi sekarang bukan cuma soal aturan di atas kertas, tapi juga soal siapa yang menjalankan.
Sebab publik tampaknya mulai lelah mendengar janji perbaikan, sementara kondisi sehari-hari masih terasa berat.
Sebagai informasi, polling Indo Satu Media Group ini digelar selama periode 18 - 23 Mei 2026.
Pertanyaan polling publik disampaikan melalui platform Instagram dan TikTok di delapan media di bawah naungan Indo Satu Media Group.
Baca Juga: Rp 60 Triliun Dana Pascabencana Sumatera, Menkeu Berharap Pencairan Bisa Lebih Cepat
Antara lain Metropolitan.id, Metro Bogor, Radar Bekasi, Radar Depok, Radar Cianjur, Radar Bandung, Radar Sukabumi, dan Pojoksatu.id.
Secara keseluruhan, polling Indo Satu Media Grup mencatat total 6.947 suara dengan total jangkauan mencapai 168.235 akun media sosial.
Berdasarkan data per media, Radar Cianjur menjadi media dengan jumlah partisipasi tertinggi, yakni 2.863 suara dan 92.715 tayangan.
Disusul Pojok Seleb dengan 839 suara dan 17.928 tayangan, serta Pojoksatu yang memperoleh 769 suara dengan 19.430 tayangan.
Baca Juga: Sasar Kapal Perang dan Peluncuran Rudal, AS Serang Pelabuhan Bandar Abbas di Iran Selatan
Sementara itu, Radar Bekasi mencatat 525 suara dan 4.772 tayangan, Radar Bandung memperoleh 523 suara dengan 12.636 tayangan, serta Metropolitan mengumpulkan 533 suara dengan 7.214 tayangan.
Adapun Metro Bogor mencatat 462 suara dan 6.449 tayangan, Radar Sukabumi memperoleh 290 suara dengan 5.517 tayangan, sementara Radar Depok mencatat 143 suara dengan 1.574 tayangan.***


.webp)

