POJOKSATU.ID- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar serimonial Milad HMI ke-77 dan dialog publik di Gedung Joang, Jakarta, Rabu (7/2/2024).
Milad tersebut turut dihadiri ratusan kader dari cabang Jakarta Raya, Jakarta Selatan, Ciputat hingga Kabupaten Bogor. Adapun tema Milad Ke-77 ini itu bertajuk "Meneguhkan Visi HMI, Menyongsong Peradaban Umat".
Ketua PB HMI Ana Mulyana mengatakan, Milad ini untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang atas perjuangan dan dedikasi HMI kepada umat dan bangsa.
Baca Juga: Sudjatmiko Dinilai Sosok Yang Baik Bagi Masyarakat, Berharap Sudjatmiko Terpilih
"Selamat Milad HMI ke-77 tahun, Bhakti HMI untuk Indonesia, panjangnya umur HMI mencapai 77 tahun merupakan perjalanan yang panjang merawat dan memberikan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa,” kata dia di lokasi.
Lebih lanjut, Ana mengatakan usia HMI yang panjang merupakan bukti bahwa HMI merupakan organisasi yang kuat, serta melahirkan kader-kader terbaik.
Terlebih lagi, sudah banyak kader-kader HMI yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk mengapdi dan membangun bangsa Indonesia.
Baca Juga: Berharap Mediasi sebelum Sidang Gugatan Cerai, Teuku Ryan Ingin Rujuk dengan Ria Ricis
"HMI ini merupakan organisasi kuat, yang selalu mengutamakan kepentingan umat dan bangsa, sehingga usia yang panjang ini menjadikan HMI semakin matang," ujarnya.
Dia berharap kader HMI tetap semangat dalam berkader serta menjadikan organisasi sebagai wadah untuk mengembangkan diri dan jiwa aktivis selalu tumbuh di setiap kader HMI.
"Semangat terus dalam berkader dan semangat perjuangan agar dapat memberikan kebermanfaatan serta mengembangkan diri dalam organisasi HMI," ucapnya.
Baca Juga: HPCI Chapter Karawang Jadi Tuan Rumah Kopdargab HPCI KAPURSUCI
Lebih jauh, Ana berpesan kepada para kader HMI untuk tidak terpecah belah dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 meski berbeda pilihan kanindat calon presiden-calon wakil presiden.
Dia menekankan kepada kader HMI untuk terus menjujung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurut Ana, hal tersebut lebih penting daripada pilihan.
"Bagi kita mau pilih siapapun baik 01, 02 dan 03 itu merupakan hak setiap kader, tetapi HMI jangan sampai dibawa ke ranah politik praktis. HMI tetap harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan persatuan serta mengawal proses demokrasi yang baik," tutur dia. ***



