POJOKSATU.id, INDRAMAYU—Salah satu pelaku pembunuhan H Sahroni sekeluarga yang menggegerkan publik Indramayu ternyata mantan rekan korban Budi Awaludin di bank BJB (Sebelumnya tertulis BRI).
Aksi kedua pelaku ini juga terekam CCTV dimana dari rekaman terlihat kedua pelaku masuk rumah korban dari pintu depan, dan saat itu masih ramai dengan lalu lalang mobil di depan rumah.
Dalam kasus ini, lima anggota keluarga H Sahroni tewas dibantai para pelaku. Diantaranya H Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40) dan dua anak Budi dan Euis yang masih kecil usia 7 tahun dan 8 bulan.
Berikut fakta-fakta terkait penangkapan pelaku pembunuhan yang menewaskan lima anggota keluarga di Indramayu:
1. Satu Pelaku Ternyata Rekan Kerja Korban
Salah satu dari dua pelaku R dan P, ternyata pernah bekerja bersama korban Budi Awaludin di bank BJB Indramayu.
H Sahroni merupakan pensiunan bank BRI Indramayu, sementara Budi Awaludin memilih resign sebelum pensiun dari Bank BJB.
Diduga pelaku mengetahui situasi keluarga korban sebelum melancarkan aksinya.
Baca Juga: Menteri Sosial Ungkap Kebijakan Bansos Bakal Terjadi Perbaikan Sistem Bantuan Sosial!
"Hubungan pelaku ini kebetulan pernah bekerja bersama dengan salah satu korban di salah satu bank," ujar Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, Senin (8/9/2025).
2. Terekam CCTV
Aksi kedua pelaku ini terekam CCTV. Dalam rekaman CCTV yang diunggah Instagram @indramayuterkini, terlihat kedua pelaku dengan tenang masuk ke dalam rumah dari pintu depan.
Pelaku bahkan sempat merapatkan kembali pintu pagar rumah korban. Sementara di jalan raya masih terlihat lalu lalang mobil dan motor. Rumah korban berada persis di pinggir jalan.
3. Ditangkap Senin Dini Hari
Polisi mengamankan dua pelaku pada Senin (8/9/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Penangkapan berlangsung di wilayah Kedokan Bunder, Indramayu.
3. Sempat Kabur ke Jawa Timur
Setelah melakukan aksi pembunuhan, kedua pelaku mencoba melarikan diri ke luar daerah. Mereka berpindah-pindah dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Namun, kebingungan dalam pelarian membuat mereka kembali ke Indramayu.
4. Diduga Motif Perampokan
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan sadis ini. Penyidik terus menggali keterangan dari para pelaku dan mencocokkannya dengan barang bukti yang ada.
Namun dari keterangan salah satu saksi kunci bernama Evan, dia sempat melakukan transfer uang Rp 14 juta ke rekening Budi Awaludin.
Namun dia menduga perintah transfer ini berasal dari salah satu pelaku yang telah membajak ponsel Budi Awaludin. Evan ini merupakan mantan rekan korban dan pelaku di bank BRI Indramayu.
5. Dugaan Pelaku Lain Diselidiki
Meski dua orang sudah diamankan, polisi belum menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini.***



.webp)
