POJOKSATU.id - Bantuan medis berskala besar dari Malaysia tiba di Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Posko Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan bahwa bantuan tersebut mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar, pada Sabtu (29/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Bantuan yang dikirim langsung dari Kuala Lumpur itu terdiri dari dua juta pieces obat dan alat kesehatan dengan total berat mencapai dua ton.

Baca Juga: Dony Oskaria Minta Kapolda Bergerak! Pembalak Liar Diduga Biang Kerok Banjir Mematikan

Seluruh obat-obatan dan peralatan medis dikirim menggunakan pesawat kargo khusus, sebagai upaya mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir yang kini masih membutuhkan penanganan intensif.

Pengiriman bantuan ini difasilitasi oleh Gomez Medical Services bersama tim kemanusiaan Blue Sky Rescue Malaysia.

Kedua lembaga tersebut memastikan bahwa bantuan medis yang dikirimkan mencakup kebutuhan darurat bagi pengungsi dan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.

Baca Juga: Menelusuri Masa Depan Pendidikan bersama Guru Kemendikbudristek

Termasuk obat-obatan untuk penyakit kulit, infeksi pernapasan, serta peralatan penunjang layanan kesehatan di posko-posko pengungsian.

Menanggapi kedatangan bantuan internasional tersebut, Bea Cukai Banda Aceh langsung memberikan layanan khusus untuk memastikan seluruh proses masuknya barang berjalan cepat dan tanpa hambatan.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, mengatakan bahwa langkah percepatan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi Pemerintah Aceh dalam mempercepat penanganan bencana.

Baca Juga: Astra Financial dan Masa Depan Layanan Keuangan Terintegrasi untuk Generasi Muda Indonesia

Menurut Bier Budy, layanan khusus yang diberikan mencakup pemeriksaan prioritas serta percepatan pengurusan fasilitas kepabeanan.

Kebijakan itu dilakukan agar obat-obatan dan peralatan medis segera dapat disalurkan ke titik-titik terdampak tanpa menunggu proses administrasi berkepanjangan.

Ia menegaskan bahwa percepatan serupa juga dilakukan pada bantuan internasional sebelumnya yang datang dari Malaysia.

Baca Juga: BI Kejutkan Publik! Rupiah Digital Mulai Diuji, Siap Jadi Satu-satunya Alat Bayar Sah di Indonesia

Sebelumnya, Bea Cukai Banda Aceh juga telah menangani kedatangan bantuan kemanusiaan berisi 82 karton peralatan medis yang dikirim bersama tim dokter dari Malaysia.

Bantuan tersebut dianggap sebagai wujud solidaritas internasional terhadap masyarakat Aceh yang tengah menghadapi kondisi darurat akibat banjir besar.

Warga Aceh yang berada di lokasi pengungsian kini masih sangat membutuhkan dukungan medis, mengingat banyak yang menghadapi risiko penyakit pascabanjir seperti demam, diare, infeksi, dan gangguan kulit.

Baca Juga: Akhirnya Terjawab! Guru Swasta Boleh Daftar PPPK, Tapi Ada Batasannya, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

Dengan meningkatnya kebutuhan kesehatan dan terbatasnya fasilitas di lapangan, masuknya bantuan medis dari luar negeri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tim kesehatan dalam menangani lonjakan pasien.

Posko Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Aceh menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Malaysia dan memastikan bahwa seluruh bantuan akan segera disalurkan ke posko-posko pengungsian, puskesmas darurat, serta wilayah-wilayah yang paling terdampak.

Kerja sama lintas negara ini menjadi harapan baru bagi warga Aceh untuk menghadapi situasi bencana dengan lebih kuat dan terkoordinasi.***