POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mandailing Natal (Madina) di Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, digeledah KPK, Jumat malam (4/7/2025).
Penggeledahan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 22.00 WIB, penggeledahan masih berlangsung.
Kadis PUPR Elpi Yanti Harahap yang dibawa KPK dari rumahnya ke kantor dinas PUPR terlihat bergegas turun dari mobil hanya menggunakan sandal.
Baca Juga: Detik-detik Kadis PUPR Madina Minta Maaf dan Menangis Dibawa Rombongan KPK dari Rumahnya
Dia terlihat mengenakan kemeja garis-garis dan jilbab biru tua dan celana panjang hitam.
Belum ada komentar dari yang bersangkutan saat turun dari mobil dinas plat BB 1006 R yang parkir persis di depan pintu masuk kantor PUPR Madina.
Sebelumnya, Kadis PUPR Madina Elpi Yanti Harahap minta maaf dan menangis dibawa KPK dari rumahnya di Gunungtua Panggorengan, Panyabungan, Jumat malam (4/7/2025).
Kadis PUPR menaiki mobil dinas plat BB 1006 R miliknya sambil menyilangkan tangan di depan wajah dan terlihat menangis dan tak mau diwawancarai wartawan.
Baca Juga: Jenjang Karier PPPK Bakal Setara PNS: DPR dan Pemerintah Sepakat Percepat Penataan ASN
Detik-detik Kadis PUPR menangis dan minta maaf ini terlihat jelas dalam rekaman milik wartawan yang berkerumun di depan rumahnya di Gunungtua.
“Tak usah minta maaf yang penting komentar Bu. Kasih komentarnya Bu,” teriak wartawan kepada Kadis PUPR yang menyilangkan tangan di depan wajah di dalam mobilnya.
Kadis PUPR tetap bungkam dan tidak memberikan komentar sedikitpun kepada wartawan yang berkerumun di depan rumahnya.
Penggeledahan ini terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap lima orang dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Satker PJN Wilayah 1 Sumut dan Dinas PUPR Sumut.
Dalam kasus ini KPK menetapkan lima tersangka yaitu Kadis PUPR Sumut Topan Ginting, Kepala UPTD Gunungtua Paluta Rasuli Efendi, PPK Satker PJN Wilayah 1 Sumut Heliyanto.
Sementara dari rekanan atau pihak swasta yaitu Direktur PT DNG M Akhirun Efendi alias Kirun dan anaknya M Rayhan yang juga Direktur PT RN.***




