POJOKSATU.ID- Sejumlah perwakilan BEM FH UBK diduga menerima suap agar tidak melakukan aksi di Istana Negara pada Senin, 15 Juni 2026.
Hal tersebut terungkap saat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Muhammad Abdi Maludi mengaku menerima suap dari oknum kepolisian agar bisa mengkondisikan teman-temannya tidak ikut aksi di Istana Negara.
Dalam video yang beredar di media sosial, meski diminta untuk tidak turun aksi hingga menerima sebesar Rp6 juta, Abdi Maludin bersama rekannya di BEM FH UBK tetap turun melakukan aksi demonstrasi.
Abdi Maludin diketahui menjadi perwakilan BEM UBK bersama rekannya, serta Universitas MH Thamrin dan Universitas Terbuka (UT) mewakili mahasiswa bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
"Perihal uang itu memang saya terima agar tidak turun aksi. Tapi kami tetap turun," kata Abdi saat disidang di lingkungan kampus UBK.
Selain Abdi Maludin, sejumlah mahasiswa UBK juga disinyalir menerima suap sebesar Rp2 juta.
Baca Juga: Manajemen Kancilen
Usai disidang di kampus di depan teman-temannya dan civitas akademika, Ketua BEM FH UBK dan rekannya juga menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan penjelasan mengenai isu yang berkembang usai dirinya bertemu Gibran Rakabuming Raka.
"Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman sekalian saya menerima uang sebesar Rp2 juta," kata rekan Abdi Maludin seperti dikutip.
Daftar Perwakilan BEM FH UBK Diduga Terima Suap
Baca Juga: Yuvita Tri Rezeki Alami Penyiksaan Luar Biasa, Segera Tangkap Pelaku Taufik Hidayat
Dari sejumlah informasi disebutkan bahwa jumlah uang yang diterima dibagikan ramai-ramai ke sejumlah pengurus BEM FH UBK, termasuk wakil dan seniornya.
Terdapat alokasi dana untuk konsolidasi sebesar Rp300 ribu yang diterimanya dan sejumlah pengeluaran lain yang tidak dirinci secara detail.
Dana tersebut diklaim berasal dari pihak kepolisian.
Baca Juga: Taufik Pelaku Penyekapan Yuvita di Cileunyi Berkeliaran, Bisa Kirim Ancaman Bunuh via Pesan WA
Tujuannya agar mahasiswa tidak melakukan aksi di Istana maupun DPR.
Sejumlah perwakilan BEM FH UBK diduga menerima suap agar tidak melakukan aksi di Istana Negara pada Senin, 15 Juni 2026.--X (Twitter) @salam4jari
Berikut daftar penerima suap di kalangan BEM FH UBK agar tidak ikut aksi di Istana Negara, lengkap dengan jumlah dananya.
Ketua BEM FH UBK Muhamad Abdimaludin: Rp6 juta
Wakil Ketua BEM FH UBK Rafly Maulana Akbar : Rp2,5 juta
Ketua BEM FEB UBK Pujiono: Rp2 juta
Wakil Ketua BEM FEB UBK Muhammad Rafi Bastian: RP2 juta
Mubarak Tuasamu: Rp2,5 juta
Senior HMI: Rp2,5 juta
Senior HMI: Rp2,5 juta***

.webp)

