POJOKSATU.id, JAKARTA-- DPP Partai Golkar menanggapi aksi demonstrasi ratusan warga yang ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud.

Partai Golkar meyakini kadernya Rudy Masud mampu menghadapi situasi dan menyerap aspirasi masyarakat.

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan terhadap Rudy Mas’ud yang notabene adalah kader Golkar.

“Kita tetap memberikan dukungan kepada Pak Rudy untuk bisa menyelesaikan apapun itu yang menjadi kendala,” ujar Dave Laksono kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Baca Juga: Joki UTBK 2026 yang Kepergok di Unesa Mau Masuk Kedokteran ke UNM, Libatkan Sejumlah Pemalsuan

Wakil Ketua Komisi I DPR ini menyatakan bahwa Rudy Mas’ud bukan sosok yang asing dalam menghadapi dinamika di lapangan, termasuk aksi unjuk rasa.

“Ya, Pak Rudy bukan orang asing menghadapi situasi, dia pasti mampu untuk menyerap aspirasi dan juga menyelesaikan apapun yang menjadi kendala sehingga terjadi sebuah demo,” katanya.

Saat ditanya apakah ada komunikasi internal partai pasca-aksi demonstrasi tersebut, Dave mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Namun demikian, ia tetap optimis bahwa Rudy Mas’ud dapat menangani situasi yang ada.

Baca Juga: Cara Mudah Daftar dan Urus Kartu Layanan Gratis Transjakarta Secara Online!

“Aku nggak tahu persisnya ya, mungkin ke Pak Ketua Umum langsung. Akan tetapi, kita, saya yakin Pak Rudy bisa menyelesaikan situasi ini,” pungkasnya.

Tiga Tuntutan Utama

Ratusan massa melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD dan kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/4) mulai siang hingga malam hari.

Dalam pertemuan dengan massa, DPRD Kaltim menyatakan menerima seluruh aspirasi yang disampaikan demonstran, termasuk tuntutan evaluasi kinerja Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Demonstrasi ini membawa tiga tuntutan utama yaitu evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian praktik KKN, serta desakan agar DPRD memaksimalkan fungsi pengawasan.

Dalam penghentian praktek KKN ini, massa menyoal pemerintahan di Kaltim yang diisi keluarga Masud. Rudi Masud jadi Gubernur, kakaknya Hasanuddin Masud menjabat Ketua DPRD Kaltim.

Namun, isu yang paling memicu kemarahan massa adalah terkait gaya hidup pejabat di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Beberapa poin anggaran yang menjadi sorotan tajam meliputi: Anggaran renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar, termasuk pengadaan akuarium laut dan alat fitness.

Kemudian pengadaan mobil mewah jenis Range Rover senilai Rp 8,5 miliar.***