Di Rekernas III PDIP, Megawati Minta Orang yang Permasalahkan Hari Lahir Pancasila Jangan Hidup di Indonesia


POJOKSATU.id - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menminta orang-orang yang mempersoalkan tanggal 1 Juni sebagai haril lahir Pancasila jangan hidup di Indonesia.

Kendati demikian, Megawati tak mengungkap orang-orang yang ia maksud itu.

Pernyataan itu disampaikan Megawati Soekarnoputri dalam penutupan Rakernas III PDIP, di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis 8 Juni 2023.

Awalnya, Megawati mengaku mendengar ada orang-orang yang tak mengakui 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila.

"Tadi saya mendengar meskipun tidak ada orangnya atau tidak mau mengakui sepertinya mengapa hari lahir Pancasila dilaksanakan sepertinya tanpa rembuk," kata dia.

Menurut Megawati, orang-orang seperti itu sebaiknya tidak usah hidup di Indonesia.B

BACA JUGA: 17 Rekomendasi Rakernas III PDIP, Lengkap

"Itu sebetulnya orang itu kalau boleh mendengar saya, sebaiknya jangan hidup di Indonesia!" kecamnya.

Pasalnya, Pancasila yang dirumuskan oleh founding fathers atau pendiri bangsa sudah bersifat final.

"Karena Pancasila itu sudah final. Difinalkan oleh siapa? Para pendiri bangsa kita!” tegas Megawati disambut tepuk tangan peserta Rakernas.

Karena sudah final, Pancasila sebagai sebuah konsensus berbangsa dan bernegara, maka tidak bisa diubah.

"Jadi, tidak bisa diubah. Peganglah erat konsensus kebangsaan tersebut agar bangsa Indonesia bisa selalu abadi,” kata dia.

BACA JUGA: Rekomendasi Rakernas III PDIP, Dorong Jabatan Kades 9 Tahun untuk 2 Periode

Presiden ke-5 RI itu lantas mencontohkan Amerika Serikat (AS) yang saat ini sudah menjadi negara maju.

Menurut Megawati, Amerika bisa maju karena mempertahankan The Declaration of Independence sebagai undang-undang dasar dan konstitusinya hingga saat ini.

"Karena yang namanya undang-undang dasarnya, konstitusinya, The Declaration of Independen itu mungkin sekarang udah berumur 200an (tahun) lebih," ujarnya.

Karena itu, Megawati meminta semua pihak menghargai jasa para pendiri bangsa dengan cara merawat dan meneruskan perjuangannya.

BACA JUGA: Denny Indrayana Ungkap Suap Rp 5 Triliun untuk Ketum Parpol, Tulis Surat Terbuka ke Megawati

“Percayalah pada para pendiri bangsa, karena mereka itu benar-benar namanya pendiri. Jadi janganlah ada mereka yang meremehkan pada mereka kita hanyalah penerusnya,” tuturnya.

“Saya mengatakan pada partai saya bahwa kita harus menjadi soko guru karena menjadi tiang utama dari republik,” tandas Megawati Soekarnoputri. (RMOL/Guruh/Pojoksatu)