POJOKSATU.id - Indonesia merupakan kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Inilah alasannya mengapa kawasan nusantara sering terjadi gempa.
Indonesia sendiri tercatat pernah mengalami gempa besar, bahkan mencapai Magnitudo 7,0, dan sering sekali memicu Tsunami.
Berikut deretan gempa dahsyat yang pernah terjadi di Indonesia, yang mengakibatkan kerusakan bahkan menyebabkan ribuan orang tewas:
1. Gempa Laut Banda (1938)
Gempa berkekuatan Magnitudo 8,5 pernah melanda wilayah laut Banda pada 1 Februari 1938. Gempa Laut Banda ini berpusat di dasar laut, sekitar 11 Km di barat laut Tual, Maluku.
Baca Juga: The Kid Laroi Tiba-tiba Rilis Teaser 'Too Much', Single Collab Bareng Jungkook BTS dan Central Cee
Kendati kekuatan magnitudonya relatif besar, namun, gempa tersebut hanya menyebabkan kerusakan kecil. Guncangan gempa bumi ini pun dirasakan warga Banda dan Kai, serta kerusakan kecil di Tual.
2. Gempa Aceh (2004)
Masyarakat Indonesia tentunya tidak akan pernah lupa dengan gempa bumi yang mengguncang Aceh pada 26 Desember 2004, pukul 07.58.53 WIB, dan berkekuatan M 9,3.
Tercatat dalam dalam sejarah gempa bumi terbesar di Indonesia, gempa dan tsunami Aceh juga menjadi gempa terbesar kelima yang pernah tercatat dalam kegempaan dunia.
Baca Juga: Ditanya Soal Progres Pemeriksaan Kasus Pemerasan Petinggi KPK, Kapolda Metro Jaya Malah Jawab Gini
3. Gempa Nias (2005)
Setahun setelah gempa dan tsunami Aceh, gempa bumi kembali melanda wilayah Sumatera Utara pada 28 Maret 2005.
Wilayah Sumatera memang telah diketahui sebagai kawasan rawan gempa, karena salah satu penyebabnya adalah sebagian besar wilayah Indonesia yang berada di atas Cincin Api Pasifik yang juga aktif secara vulkanik.
Gempa bumi ini berkekuatan M 8,7, sejauh 200 km sebelah barat Sibolga, di lepas pantai Pulau Sumatera, atau 1.400 km barat laut Jakarta, sekitar setengah jarak atau antara dua pulau, yaitu Pulau Nias dan Pulau Simeulue.
Akibat gemba bumi ini, tercatat 1.346 orang meninggal dunia.
Baca Juga: Sarat Konflik Kepentingan, Hakim MK Didesak Mundur Dari Sidang Batas Usia Minimum Capres-Cawapres
4. Gempa Yogyakarta (2006)
Dua tahun setelah gempa bumi dan tsunami Aceh yang merenggut ratusan ribu orang, gempa di Yogyakarta menjadi bencana kedua setelah itu, yang merenggut nyawa 5.782 orang di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Pada 27 Mei 2006, Yogyakarta diguncang gempa bumi berkekuatan M 5,9 di lepas pantai Samudra Hindia.
Penyebab gempa Jogja 27 Mei 2006 adalah tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, pada jarak sekitar 150-180 Km ke selatan dari garis pantai Pulau Jawa.
5. Gempa Pangandaran (2006)
Pada 17 Juli 2006, Pulau Jawa diguncang gempa, tepatnya di lepas Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Gempa ini berkekuatan magnitudo 7,7 dan menimbulkan gelombang tsunami setinggi 21 meter.
Tinggi gelombang saat itu lebih tinggi dari perkiraan tinggi gelombang yang dihasilkan dari gempa berkekuatan magnitudo 7,7.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), korban yang ditimbulkan dari bencana ini adalah 668 orang tewas, 65 hilang dan diasumsikan tewas, sementara 9.299 orang mengalami luka-luka.
6. Gempa Bengkulu (2007)
Gempa bumi melanda wilayah Sumatera Selatan pada 12 April 2007, berkekuatan M 8,4 berpusat di lepas pantai berjarak 122 Km dari Bengkulu.
Salah satu gempa besar di Indonesia yang terjadi tiga tahun setelah gempa dan tsunami Aceh ini, disebabkan aktivitas sesar dorong pada batas antara lempeng Sunda dan Australia.
Sedikitnya 25 orang tewas dan lebih dari 161 orang mengalami luka-luka. Menurut United State Survei Geology (USGS), dampak gempa bumi merusak lebih dari 20.000 bangunan di kota Bengkulu dan Sumatera Barat.
7. Gempa Padang (2009)
Gempa di Padang Sumatera Barat ini terjadi pada 30 September 2009. Saat itu gempa dengan kekuatan 7,6 Skala Ritcher di lepas pantai Sumatera Barat.
Gempa dahsyat ini menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Korban tewas akibat Gempa Bumi Padang mencapai 1.117 jiwa.
8. Gempa Donggala, Palu (2018)
Gempa Donggala terjadi pada 28 September 2018, dengan kekuatan 7,4 SR, diikuti gelombang tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi bagian utara.
Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar.
Korban tewas akibat peristiwa ini mencapai lebih dari 2.113 orang, 1.309 orang hilang, sementara korban luka-luka sebanyak 4.612 orang yang tersebar di berbagai rumah sakit.
9. Gempa Cianjur (2022)
Gempa Cianjur, Jawa Barat yang terjadi pada Senin 21 November 2022 menambah deretan catatan gempa besar di Indonesia.
Gempa bumi ini menyebabkan 268 korban jiwa dan merusak sekitar 22.000 bangunan.
Awalnya gempa bumi ini disebut BMKG disebabkan oleh aktivitas seismik Sesar Cimandiri. Namun, berdasarkan analisis lebih lanjut, BMKG menemukan adanya sesar baru yang menjadi biang gempa Cianjur tersebut.***




