POJOKSATU.ID - Delegasi bisnis dari Tiongkok melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso guna membahas peluang kemitraan strategis di Indonesia.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, para investor Tiongkok mengutarakan minat besarnya untuk menanamkan modal pada sektor hortikultura nasional.
Fokus utama rencana investasi ini tertuju pada pengembangan dan penguatan rantai pasok komoditas hortikultura kelas premium.
Indonesia dinilai memiliki potensi alam yang sangat melimpah serta ragam produk hortikultura unggulan yang berdaya saing tinggi.
Baca Juga: Kemendag Buka Pintu Lebar bagi Investasi dan Kerja Sama Perdagangan Berorientasi Nilai Tambah
Selain investasi permodalan, kerja sama ini disiapkan untuk mencakup aspek transfer teknologi pengolahan serta tata kelola rantai pasok.
Masuknya investasi pada sektor pertanian modern ini diharapkan dapat memodernisasi teknis budidaya dan pemrosesan hasil panen petani lokal.
Penguatan rantai distribusi akan membantu menjaga kualitas produk hortikultura tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen global.
Langkah ini juga menjadi peluang besar bagi produk pertanian Indonesia untuk menembus jaringan pasar ekspor Tiongkok secara lebih luas.
Baca Juga: Gempur Rokok Ilegal di Jember, Bea Cukai Sita 10 Juta Batang, Ungkap Modus dan Bahaya Tanpa Uji Lab
Sinergi ini dirancang untuk memberikan keuntungan jangka panjang, baik bagi pengusaha lokal maupun mitra investor asing.
Penataan sistem rantai pasok yang terintegrasi dinilai akan mengurangi potensi kerugian pascapanen yang selama ini dialami petani.
Mendag Budi Santoso mengapresiasi ketertarikan delegasi Tiongkok dan siap mengawal implementasi rencana kerja sama tersebut hingga tuntas.
Pertemuan ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan studi kelayakan teknis serta penandatanganan kesepakatan bisnis secara konkret.
Keberhasilan investasi di sektor hortikultura ini diyakini bakal menjadi percontohan bagi kerja sama sektor agribisnis lainnya.
Perekonomian daerah penghasil komoditas hortikultura pun diproyeksikan bakal terangkat seiring masuknya modal dan teknologi baru tersebut.***



.webp)
