POJOKSATU.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena sebagian besar daerah di Indonesia berpotensi alami cuaca ekstrem.

Adapun cuaca ekstrem yang dimaksud adalah hujan lebat disertai perit dan angin kencang. BMKG juga menetapkan 12 daerah yang berpotensi alami cuaca ekstrem.

Dalam laman resmi BMKG yang dikutip, Jumat, 12 daerah berstatus siaga yaitu:

Baca Juga: Perbandingan Golongan PNS dan PPPK serta Nominal Gaji yang Diterima, Lulusan S1 Golongan Berapa?

1. Jawa Tengah
2. Banten
3. Nusa Tenggara Timur
4. Kalimantan Tengah.

Selanjutnya untuk daerah berstatus waspada meliputi:
1. Lampung
2. Jawa Barat
3. D.I Yogyakarta
4. Jawa Timur
5. Bali
6. Nusa Tenggara Barat
7. Maluku
8. Papua.

Baca Juga: Kota Medan Masuk Musim Kemarau, BMKG Maritim Belawan Himbau Nelayan Hati-hati Badai Tropis Saat Melaut

Peringatan dini dampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi menyasar untuk wilayah:
1. Denpasar Bali
2. Jakarta Pusat
3. Jambi
4. Bandung Jawa Barat
5. Semarang
6. Ambon Maluku.

Selanjutnya BMKG memprediksi potensi hujan disertai petir terjadi di wilayah, Bandar Lampung dan Bengkulu pada pagi-siang hari.

Baca Juga: Formasi CPNS 2024 Instansi Daerah dan Tabel Gaji PNS Lulusan SMA, Jangan Sampai Terlewat

Sementara kota lainnya, seperti Serang Banten, Yogyakarta, Gorontalo, Semarang, Surabaya diprediksi berawan pada pagi dan malam hari.

Untuk wilayah DKI Jakarta sebagian besar hujan ringan pada pagi, dan pada siang hari hujan disertai petir dengan kelembaban 80-90 persen, mayoritas berawan pada malam hari dengan suhu 24-30 derajat celcius.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat berujung kebencanaan meningkat di sebagian besar daerah hingga sepekan ke depan dipicu akibat adanya intervensi tiga Bibit Siklon Tropis sekaligus.

Baca Juga: Lebih Baik PNS atau P3K? Gaji PPPK Lebih Tinggi, Dapat Jaminan Pensiun dan Hari Tua

Menurutnya, tiga bibit siklon tropis, Bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P termonitor berada di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan.

Berdasarkan analisis meteorologi diketahui bahwa Bibit Siklon Tropis 91S memiliki kecepatan angin maksimum 30-35 knots (56 – 65 km/jam), tekanan udara di pusat sistem sebesar 994 hPa, pergerakan ke arah tenggara, dan peluang untuk menjadi Siklon tropis pada kategori sedang-tinggi.

Selanjutnya, bibit Siklon Tropis 94S memiliki kecepatan angin maksimum 15 - 20 knots (28 - 37 km/jam), tekanan udara di pusat sistem sebesar 999.9 hPa, pergerakan ke arah timur-tenggara, dan peluang untuk menjadi Siklon Tropis pada kategori rendah.

Baca Juga: Tabel Gaji PNS 2024 Golongan IV Sesuai PP Nomor 5 Tahun 2024, Jangan Kaget Gaji Tertinggi Segini

Begitu pula, Bibit Siklon Tropis 93P memiliki kecepatan angin maksimum 20 - 25 knots (37 - 46 km/jam), tekanan udara di pusat sistem sebesar 1003 hPa, pergerakan ke arah tenggara, dan peluang untuk menjadi Siklon Tropis pada kategori rendah.

Selain itu pula, BMKG juga memprediksi pada 15 Maret-16 Maret 2024, sebagian besar wilayah pesisir Indonesia akan mengalami risiko bahaya gelombang tinggi dan banjir pesisir (rob).

Dalam laporannya, gelombang angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara-timur laut dengan kecepatan angina berkisar 10-35 knot.

Baca Juga: Pasangan Non-Pelatnas Deglo Eliminasi Wakil Tuan Rumah, Jaga Asa Indonesia Juara All England 2024 di Sektor Ganda Campuran

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya terdampak pada bibit siklon 91S dan 945 di Samudera Hindia dengan kecepatan 10-35 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur – Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Laut Arafuru, Laut Flores, Perairan Sumbawa – Selat SApe dan perairan Kepulauan Sermata- Letti serta Kepulauan Babar-Tanibar.

Fenomena percepatan angin dan belokannya itu meningkatkan potensi gelombang laut tinggi pada diameter 1,25 - 2,5 meter, bahkan dapat mencapai 2,5 – 4 meter di sebagian besar perairan Indonesia bagian barat, tengah dan timur hingga 16 Maret 2024. ***