POJOKSATU.id, Insiden kebakaran melanda area lahan kosong di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Api yang membakar kawasan tersebut diduga bersumber dari kegiatan membakar sampah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi pada lahan terbuka dengan dugaan pemicu berupa pembakaran sampah.
"Objek terbakar lahan terbuka, sumber api atau penyebab kebakaran karena pembakaran sampah," ujar Yudi.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 03.10 WIB.
Lima menit setelah kejadian diketahui, laporan mengenai kebakaran diterima petugas Damkar dari seorang warga yang melihat api di lokasi.
Menurut Yudi, warga tersebut segera melaporkan kejadian itu kepada petugas Damkar Sektor Gunung Putri supaya penanganan dapat segera dilakukan.
"Salah satu warga melihat adanya api, kemudian beliau melaporkan hal tersebut ke Damkar Sektor Gunung Putri untuk dilakukan pemadaman," tuturnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran segera mendatangi lokasi.
Begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas langsung melakukan upaya pengendalian api dan pemadaman untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
Petugas berfokus membatasi area yang terbakar agar kobaran api tidak merembet ke bagian lahan lainnya.
"Pada saat tiba di TKP (tempat kejadian perkara), anggota segera melakukan lokalisir area dan pemadaman intensif untuk mencegah api merambat lebih luas," jelas Yudi.
Setelah melakukan penanganan selama kurang lebih satu setengah jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran.
Situasi di lokasi pun dinyatakan aman setelah seluruh proses pemadaman selesai.
Yudi menegaskan, kejadian kebakaran di lahan terbuka tersebut tidak menyebabkan adanya korban jiwa.
"Situasi akhir aman terkendali, waktu penanganan 1,5 jam," tutupnya.
Kejadian ini mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika membuang atau mengelola sampah.
Aktivitas pembakaran sampah di ruang terbuka perlu dihindari karena api berisiko menyebar dan memicu kebakaran yang lebih luas, khususnya apabila kondisi lingkungan mendukung penjalaran api.***





