PURWAKARTA, POJOKSATU.id, - Kasus penganiayaan yabg dilakukan mantan Kordinator Wilayah ( Korwil ) BGN Purwakarta dengan cara mencambuk korban, menjadi tanda tanya besar hingga saat ini apa motif dibalik penganiayaan tersebut.

Pelaku melakukan tindak kekerasan penganiayaan tersebut, pastinya didasari oleh perbuatan korban yang kemungkinan sudah melebihi batas toleransi.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi ( KPPG ) Bogor, Haidir, sampai saat ini masih bungkam tidak memberikan keterangan kaitan dengan masalah indisipliner yang dilakukan oleh korban.

Ada dua konfirmasi yang disampaikan kepada Haidir, sayangnya kedua pertanyaan dari pojoksatu.id tidak dijawab oleh KPPG Bogor tersebut.

Yaitu ketika pojoksatu.id menanyakan, tindakan indisipliner apa yang dilakukan oleh korban berinisial RAN? ( Korban penganiayaan informasinya merupakan kepala SPPG Palinggihan 2 Plered Purwakarta).

Sayangnya pertanyaan itu tidak dijawab oleh Haidir, bila benar ada tindakan Indisipliner yang dilakukan oleh Korban, sehingga terjadi penganiayaan.

Pertanyaan berikutnya yang juga tidak dijawab oleh Haidir yaitu, ketika pojoksatu.id menanyakan berdasarkan informasi yang berkembang korban melakukan tindakan indisipliner karena diduga melakukan pelecehan.

Hal itupun tetap sama tidak dijawab oleh Haidir, seolah tengah menutupi masalah permasalahan yang dilakukan oleh para Kepala SPPG yang ada di Purwakarta.

Sementara itu, Kepala SPPG palinggihan 2 berinisial RAN, saat di konfirmasi baik via pesan maupun via telephon tidak pernah mengangkat dan membalas.

Pojoksatu.id juga berusaha mencari informasi kepada pihak kepolisian setempat, kaitan dengan dugaan pelecehan yang dilakukan RAN terhadap para pegawai SPPG nya.

Pihak kepolisian setempat menyampaikan bahwa selama ini tidak ada laporan ke kepolisian, berkaitan dengan dugaan pelecehan di SPPG yang bersangkutan.

"Tidak ada laporan masalah tersebut, saya malah baru mengetahuinya," singkat Kapolsek Plered, AKP. Ali Murtado via seluller.