POJOKSATU.ID - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat resmi mengakhiri masa jabatannya setelah 13 tahun mengabdi.

Purnabakti Arief ditandai dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 9/P Tahun 2026 dalam acara Wisuda Purnabakti Hakim Konstitusi yang digelar pada Rabu (4/2/2026).

Dalam sambutannya, Arief Hidayat tidak hanya menyampaikan refleksi atas perjalanan panjangnya di Mahkamah Konstitusi, tetapi juga menutup masa tugasnya dengan kelakar yang mengundang tawa para undangan.

Baca Juga: Ada Lagi Aja KPK OTT Pegawai Aktif Pajak di Banjarmasin!

Ia menyelipkan cerita ringan tentang keluarga, anak-anaknya, hingga cucu yang akan segera lahir.

Arief mengungkapkan bahwa anak-anaknya memilih jalur akademik sebagai dosen dan tidak memiliki ambisi terjun ke dunia politik.

Meski begitu, ia mengaku sempat memiliki harapan agar salah satu anaknya bisa berkiprah di level nasional, bahkan menjadi wakil presiden.

Baca Juga: TPG Januari 2026 Tak Cair Sampai 10 Februari? Ini Penjelasan Resmi Kenapa Tidak Hangus dan Kapan Akan Dirapel

Pernyataan tersebut ia sampaikan dengan nada bercanda yang langsung disambut gelak tawa hadirin.

Kelakar Arief semakin mencairkan suasana saat ia bercerita mengenai rencana persalinan cucunya.

Ia menyebut anak bungsunya yang kini menjadi dosen di Universitas Sebelas Maret (UNS) dihadapkan pada dua pilihan lokasi melahirkan, yakni Semarang atau Solo.

Baca Juga: SNBP 2026 Resmi Dibuka, Kesalahan Saat Finalisasi Bisa Gagalkan Lolos PTN, CEK SELENGKAPNYA!

“Katanya sudah dicek, cucu saya laki-laki. Terus anak saya bilang, biar lahir di Solo saja, karena kalau lahir di Solo bisa jadi presiden atau wakil presiden,” ujar Arief, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Ia pun menyebut Kota Solo sebagai “berkahnya Indonesia”. Ungkapan tersebut kembali mengundang tawa dan tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir.

Meski bernada candaan, Arief menekankan bahwa yang terpenting bukanlah jabatan, melainkan menjadi pemimpin yang baik dan berintegritas.

“Yang penting itu menjadi presiden atau wakil presiden yang baik,” tambahnya, menutup cerita dengan pesan moral.

Momen tersebut menjadi penutup yang hangat bagi Arief Hidayat setelah lebih dari satu dekade menjalankan tugas sebagai hakim konstitusi.

Baca Juga: Rekening Masih Silang Merah di Info GTK Meski Sudah Diinput, Ini Penjelasan Resmi dan Alur Logis Agar Guru Tidak Salah Menyimpulkan

Selama menjabat, Arief dikenal sebagai salah satu figur sentral di MK, termasuk pernah menduduki posisi Ketua Mahkamah Konstitusi.

Acara Wisuda Purnabakti itu pun berlangsung penuh keakraban.

Selain dihadiri jajaran hakim konstitusi aktif, acara juga dihadiri pejabat negara, akademisi, serta keluarga besar MK yang memberikan penghormatan atas pengabdian Arief Hidayat.

Baca Juga: Tiga Posisi Tenaga Pendukung Ini Dibuka BGN, Ajukan Pendaftaran di Link Resmi, Batas Akhir Sore Ini

Kelakar tentang Solo dan masa depan cucunya menjadi simbol perpisahan yang ringan namun berkesan.

Arief memilih menutup bab pengabdiannya di lembaga penjaga konstitusi dengan tawa, bukan dengan nada formal semata.

Purnabakti Arief Hidayat menandai berakhirnya satu fase penting di Mahkamah Konstitusi, sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan hidupnya di luar dunia peradilan konstitusi.***