POJOKSATU.ID – Cek fakta kasus bentrokan warga vs polisi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten.
Seperti diketahui, kasus tersebut berawal dari adanya bocah berinisial ANP (9) menjadi korban proyek pembangunan di PIK 2.
Tentu, hal ini menjadi pemicu amarah warga setempat dengan ketentuan operasional Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2 tersebut.
Terlebih lagi, puluhan Korps Brigade Mobil (Brimob) juga turut terlibat dalam menghadang warga yang terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.
Sebagaimana yang dihimpun Pojoksatu.id dari beberapa akun media sosial platform X milik @ilhampid, @neVerAl0nely, dan @msaid.didu.
Berikut 5 fakta kasus bentrok warga vs polisi di PSN PIK 2:
1. Bocah Terlindas Truk Proyek
Diketahui, bocah yang terlindas truk proyek PIK 2 menjadi awal mula kerusuhan beberapa warga setempat dengan aparat kepolisian.
“Bentrok warga Tangerang Vs Polisi di kawasan proyek strategis nasional (PIK 2) dipicu tewasnya anak terlindas truk tanah,” jelas @ilhampid.
2. Truk Proyek Diamuk Massa
Buntut tragedi yang mengenaskan pada bocah tersebut membuat beberapa warga setempat melampiaskan amarahnya ke unit operasional proyek PIK 2.
Diketahui, beberapa truk yang dipakai dalam PSN PIK 2 tidak layak beroperasi usai diamuk warga setempat.
“Beberapa truk juga di rusak, intinya kesalahan ada pada pengembang yg tidak patuh aturan yg disepakati soal jam operasional truk,” jelasnya.
Baca Juga: Peduli Pendidikan, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Tekankan Pentingnya Budi Pekerti dan Proteksi Guru
3. Adanya Penggusuran Paksa PSN PIK 2
Hal ini dijelaskan oleh, eks Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu.
Yang mana, Said menilai bahwa PSN PIK 2 dibangun dengan cara menggusur paksa warga setempat.
“Beberapa fakta di PSN PIK-2. Penggusuran paksa dan isolasi terhadap rakyat yg menuntut hak dan keadilan,” ucap Said di akun X miliknya.
4. Teman Bocah yang Menjadi Korban Ikut Demo
Beberapa teman korban yang terlindas truk tersebut ikut berpartisipasi dalam menyuarakan kesedihannya.
Yang mana, puluhan teman korban ini menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap keberlangsungan pembangunan proyek tersebut.
Sebab, temannya yang masih duduk di bangku sekolah ini terpaksa dirawat dengan peralatan medis.
5. Brimob Turun Tangan Hadang Warga
Imbas bentrokan warga dengan aparat kepolisian ini membuat anggota brimob ikut melibatkan diri.
Namun, brimob yang turun tangan menindaklanjuti kasus tersebut diketahui hanya menghadang warga setempat.
“Puluhan brimob dikerahkan, iring-iringan mobil brimob baru saja tiba untuk menghalau massa,” jelas @ilhampid. ***



