POJOKSATU.id - Empat orang meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Dua di antara korban merupakan karyawan hotel yang ikut membantu pemadaman sebagai relawan, sementara dua lainnya adalah petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Korban meninggal terbaru bernama Hendra Rony Wagiyanata.
Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip Wahyutama, membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi.
"Iya benar, satu korban meninggal atas nama Hendra Rony Wagiyanata," ujar Endrip.
Sebelum meninggal dunia, Hendra sempat dibawa untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar.
Ia sebelumnya dievakuasi ke RSUD Tongas bersama korban lain yang turut mengalami luka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, dua karyawan hotel yang meninggal dunia lebih dahulu adalah Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19).
Keduanya ikut terjun membantu upaya pemadaman sebelum terjebak dalam kobaran api dan kepulan asap tebal.
Korban lainnya adalah Sukaris (55), petugas TNBTS yang juga meninggal di lokasi kejadian.
Dengan bertambahnya korban, total empat orang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden karhutla di kawasan Gunung Bromo tersebut.
Berawal dari Upaya Membantu Memadamkan Api
Kebakaran terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026, di kawasan Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Api dilaporkan meluas ketika tim gabungan berupaya melakukan pemadaman.
Tim tersebut melibatkan petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dari karyawan hotel, kepolisian, serta warga setempat.
Mereka bergerak menuju titik kebakaran untuk membantu mengendalikan api yang terus meluas.
Namun, kondisi di lapangan berubah berbahaya.
Angin kencang membuat api merambat dengan cepat, sedangkan asap pekat menyulitkan para petugas dan relawan untuk bergerak.
Sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah anggota tim yang berada di lokasi dilaporkan meminta pertolongan karena terjebak kobaran api dan asap tebal.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan adanya penanganan karhutla yang melibatkan petugas taman nasional, relawan, personel kepolisian, dan masyarakat.
Proses evakuasi berlangsung sulit karena lokasi kejadian berada di kawasan perbukitan dengan medan yang menantang.
Petugas harus membawa korban keluar dari titik kebakaran, bahkan Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki dilaporkan ikut menandu korban sejauh sekitar dua kilometer.
Dua Relawan Luka Bakar Mendapat Perawatan
Selain empat korban meninggal, dua relawan lainnya mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, keduanya merupakan relawan Masyarakat Mitra Polhut dan seorang relawan lainnya.
Mereka dirujuk dari RSUD Tongas menuju RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Polisi Telusuri Penyebab Kebakaran
Di sisi lain, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan empat orang tersebut.
Tim Inafis bersama Satreskrim Polres Probolinggo dan Polsek Sukapura telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi.
Polda Jawa Timur juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun tindak pidana.
Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan karena penyelidikan masih berlangsung.***







