POJOKSATU.id, Pemerintah Timor Leste memberlakukan penghentian kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah selama tiga hari, terhitung sejak Kamis (15/10/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap penurunan kualitas udara yang dipicu penyebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kementerian Administrasi Negara Timor Leste menjelaskan, kebijakan tersebut ditujukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara yang dapat berdampak pada siswa, tenaga pengajar, maupun masyarakat di lingkungan sekolah.

Melalui pengumuman yang disampaikan pada Rabu (14/10/2026), pemerintah menekankan bahwa penutupan sekolah di seluruh wilayah negara merupakan upaya antisipasi untuk menghadapi kondisi udara yang semakin mengkhawatirkan.

"Penutupan sekolah secara nasional adalah langkah preventif untuk melindungi kesehatan siswa, guru, dan anggota komunitas pendidikan lainnya, mengingat kondisi kualitas udara saat ini," demikian keterangan kementerian.

Tak hanya membatasi kegiatan pendidikan, pemerintah Timor Leste juga meminta para orang tua untuk mengurangi paparan anak terhadap udara luar dengan memastikan mereka tetap berada di rumah.

Bagi warga yang terpaksa keluar rumah, pemerintah turut menganjurkan penggunaan alat pelindung pernapasan guna mengurangi paparan partikel polutan.

Penyebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kini menjadi perhatian sejumlah negara di kawasan.

Kabut asap tersebut dilaporkan telah mencapai wilayah Singapura, Malaysia, hingga Filipina.

Di Singapura, kondisi pencemaran udara juga mengalami peningkatan.

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) melaporkan bahwa kualitas udara di kawasan barat negara itu masuk kategori sangat tinggi.

Untuk mengantisipasi dampak polusi terhadap kesehatan penduduk, pemerintah Singapura mulai menyalurkan masker N95 kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan saat tingkat pencemaran udara berada pada kategori sangat tidak sehat.

Kondisi serupa turut menjadi perhatian pemerintah Malaysia. Dalam beberapa pekan terakhir, negara tersebut juga mencatat kualitas udara yang berada pada tingkat tidak sehat.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyatakan bahwa pemerintah Malaysia telah menjalin komunikasi dengan Indonesia guna membahas peluang penanganan kabut asap yang melintasi perbatasan kedua negara.

Menurut Hasan, mekanisme kerja sama yang akan ditempuh masih perlu dibahas lebih lanjut.

Namun, komunikasi awal antara pihak berwenang kedua negara telah berlangsung untuk mencari solusi atas persoalan kabut asap yang kian mengkhawatirkan.

"Bentuk kerja sama akan bergantung pada hasil diskusi, namun pihak berwenang kedua negara telah memulai pembicaraan tentang bagaimana kita dapat bekerja sama mengatasi kabut asap yang tampaknya semakin parah," ujar Hasan.

Meluasnya kabut asap tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berpotensi menimbulkan dampak lintas negara.

Selain memengaruhi kualitas udara, kondisi ini juga dapat mengganggu kegiatan sehari-hari serta meningkatkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang terpapar.

Penutupan sekolah di Timor Leste, pembagian masker di Singapura, dan komunikasi antara Malaysia dengan Indonesia menjadi sejumlah langkah yang ditempuh untuk merespons dampak pencemaran udara akibat kabut asap karhutla.***