Merauke, POJOKSATU.id - Sebanyak 1.000 hektare sawah di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, bersiap memasuki masa panen pada awal November 2026.
Di tengah persiapan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan saluran irigasi untuk menjaga pasokan air bagi tanaman padi yang sudah tumbuh di lahan rawa tersebut.
Pembangunan jaringan air ini menjadi penting karena ketersediaan air di lokasi mulai berkurang, sementara tanaman padi telah ditanam sejak awal Juli 2026.
Pemerintah pun mengoptimalkan Daerah Irigasi (DI) Waninggap Kai agar lahan yang dikembangkan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tetap mendapat pasokan air hingga panen.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Nonce Saman, mengatakan pekerjaan saluran irigasi sekunder mulai dilakukan pada akhir Agustus 2026 setelah tim menerima informasi mengenai berkurangnya potensi air di kawasan persawahan.
Setelah melakukan pengukuran bersama tim teknis, pembangunan saluran langsung ditindaklanjuti untuk mengatasi kebutuhan air di lahan yang telah ditanami.
“Pekerjaan saluran sekunder ini mulai dilaksanakan pada akhir Agustus 2026, setelah kami menerima informasi bahwa potensi air di lokasi semakin berkurang, sementara tanaman sudah ditanam sejak awal Juli,” kata Nonce.
Saluran sekunder yang sedang dibangun direncanakan memiliki panjang sekitar 5 kilometer. Hingga saat ini, progres pengerjaannya mencapai sekitar 40 persen.
Pekerjaan diprioritaskan pada bagian jaringan yang melayani 1.000 hektare sawah yang sudah ditanami.
Air dari tampungan atau long storage akan dialirkan melalui saluran tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan tanaman selama masa pertumbuhan.
Infrastruktur ini juga disiapkan untuk menghadapi ancaman berkurangnya pasokan air pada periode kering, termasuk dampak El Niño.
Nonce menjelaskan, keberadaan tampungan air yang telah dibangun sebelumnya menjadi salah satu penopang kebutuhan air di kawasan persawahan Waninggap Kai.
Optimalisasi tampungan tersebut, bersama pembangunan saluran baru, diharapkan menjaga ketersediaan air hingga masa panen.
Selain mendukung lahan yang sudah ditanami, jaringan irigasi akan dikembangkan untuk menunjang rencana perluasan cetak sawah rakyat hingga sekitar 2.000 hektare di kawasan tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, peran utama kementeriannya dalam mendukung pengembangan pertanian adalah memastikan tersedianya infrastruktur sumber daya air, termasuk jaringan irigasi primer dan sekunder.
Menurut dia, ketersediaan air menjadi fondasi penting agar pengembangan lahan pertanian dapat berjalan dengan baik.
“Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder,” ujar Dody.
Ke depan, BWS Papua Merauke juga mengidentifikasi potensi sumber air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Maro dan DAS Kumbe untuk mendukung pengembangan irigasi di Merauke.
Berdasarkan perencanaan BWS Papua Merauke, potensi lahan yang dapat dikembangkan mencapai sekitar 750.000 hektare.
Potensi tersebut menjadi peluang untuk memperluas areal persawahan dan meningkatkan keandalan pasokan air bagi pertanian secara bertahap.
Pengembangan jaringan irigasi juga diharapkan mendorong peningkatan indeks pertanaman, sehingga pemanfaatan lahan pertanian dapat lebih optimal.
Melalui optimalisasi DI Waninggap Kai, Kementerian PU memperkuat dukungan infrastruktur air bagi program cetak sawah rakyat yang dikembangkan Kementerian Pertanian.
Upaya ini diharapkan tidak hanya mendukung panen dalam waktu dekat, tetapi juga menjaga produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.






