POJOKSATU.id, KARAWANG – Spanduk bertuliskan "Pengkhianat Demokrasi", "Awasi Bawaslu", dan "Koruptor" yang terpasang di kantor Panwascam Karawang Timur, Perumahan Johar Indah, mendadak menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial pada Kamis (26/12/2024).
Spanduk provokatif tersebut hanya bertahan beberapa jam sebelum akhirnya dilepas pada siang hari. Ketua Panwascam Karawang Timur, Gina Fitriana, mengaku terkejut dan menyatakan tidak mengetahui siapa pelaku maupun motif di balik aksi tersebut.
"Pemilik rumah yang kami kontrak untuk kantor sekretariat memberitahu saya melalui pesan singkat, lengkap dengan foto-fotonya. Dari sana, saya baru mengetahui kejadian ini," ujar Gina kepada media.
Dugaan sementara, spanduk tersebut dipasang oleh seorang Pengawas Kelurahan/Desa sebagai bentuk protes terhadap pengelolaan keuangan dan ketidaktransparanan administrasi. Namun, Gina memastikan bahwa tidak ada aksi demonstrasi atau pengerahan massa di lokasi.
"Saya sudah menanyakan kepada tetangga sekitar kantor, dan mereka mengatakan tidak melihat adanya aksi seperti unjuk rasa," jelas Gina.
Baca Juga: Angka Kriminalitas Turun, Ketua FAIS Karawang Apresiasi Kinerja Kapolres Karawang
Ia menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum karena pelaku masuk ke pekarangan rumah tanpa izin pemilik, apalagi memasang spanduk dengan konten provokatif.
Saat ini, kantor Panwascam Karawang Timur dikabarkan kosong karena tidak ada aktivitas, sementara penyerahan kunci belum dilakukan. Barang-barang inventaris Panwascam masih berada di lokasi.
Gina juga mengungkapkan bahwa pemilik bangunan sempat menggembok kantor karena alasan keamanan. "Kantor kosong karena memang sudah tidak ada aktivitas," tambahnya.
Baca Juga: Angka Kriminalitas Turun, Ketua FAIS Karawang Apresiasi Kinerja Kapolres Karawang
Gina berharap agar insiden ini segera ditangani dengan baik untuk mencegah kesalahpahaman lebih lanjut. "Saya heran kenapa hal seperti ini terus bergulir tanpa penyelesaian yang baik," tutupnya.
Kasus ini telah menarik perhatian masyarakat, yang berharap agar pihak berwenang segera mengusut motif dan pelaku di balik pemasangan spanduk tersebut. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya transparansi dan pengelolaan administrasi yang baik dalam lembaga pengawas pemilu. ***




