POJOKSATU.ID - Jagat maya kembali digegerkan oleh perselisihan seorang warga dengan anggota DPRD Karawang fraksi PKS Tatang Taufik.

Dalam video yang beredar, seorang warga yang berselisih itu mengatakan Tatang Taufik memarkirkan mobilnya di bahu jalan sehingga menimbulkan kemacetan.

Lebih lanjut Tatang Taufik dituduh tak menerima ketika dirinya ditegur oleh warga, sehingga terjadi percekcokan.

Baca Juga: Akankah Kajari Baru Bernyali Tuntaskan Kasus Gratifikasi Mobil Mewah, Jangan Sampai Publik 'Apatis' Penegakan Hukum

Video yang viral di jagat maya ini ternyata membuka sosok Tatang Taufik sebagai anggota DPRD Karawang.

Salah satu yang disorot adalah harta kekayaannya yang diduga belum melapor ke KPK saat dulu mendaftar sebagai calon legislatif.

Dalam pantauan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, politisi PKS ini terakhir kali melaporkan harta awal tahun 2024 saat menjelang masa jabatannya habis sebagai anggota DPRD Karawang.

Baca Juga: Galian C Ilegal di Depan Gerbang Tol Rangkasbitung Mendadak Sepi Usai Disidak Wagub Banten Dimyati Natakusumah

Berdasarkan LHKPN, harta Tatang saat awal menjabat sebagai anggota DPRD Karawang tahun 2019, sebesar Rp424 juta.

Dalam 5 tahun menjabat sebagai anggota DPRD Karawang, hartanya naik lebih dari 2 kali lipat.

Tercatat harta yang terakhir kali dilaporkannya kepada KPK sebesar Rp1,2 miliar.

Baca Juga: Materi Paling Lengkap, Inilah 20 Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia 2025, Banyak Bocoran dari Sini

Dalam rinciannya, ia hanya mendaftarkan 1 unit aset properti berupa tanah dan bangunan di Karawang sebesar Rp1,3 miliar.

Selain itu, ada juga harta bergerak senilai Rp120 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp1,1 juta.

Dari total kekayaan bersihnya yang mencapai Rp1,2 miliar, Tatang tercatat memiliki utang sebesar Rp200 juta.

Baca Juga: Lima Orang Dipecat Jokowi Imbas Tolak Kereta Cepat Whoosh, Termasuk Menhub Ignasius Jonan

Sementara itu, usai video ini viral, Tatang mengaku bahwa ia memang memarkirkan mobil di akses keluar masuk pabrik di Desa Gintung Kerta, tapi masih di lahan pribadinya.

"Saya sempat terpancing karena warga yang diketahui bernama Joko ini berteriak-teriak meminta saya menunjukkan sertifikat lahan pribadi saya saat saya bilang mobil diparkir di lahan milik saya," ungkap Tatang di kediamannya, 24 Oktober 2025.

Diketahui pria berkaos biru itu bernama Joko yang meminta bukti sertifikat tanah yang sering dipakai lahan parkir mobilnya.

Baca Juga: Kejari Serang Bentuk Tim Telusuri Pengakhiran Kerja Sama Pengelolaan Pasar Rau

Menurut Joko, sejumlah warga sebenarnya resah dengan tindakan anggota DPRD Karawang ini, tapi tak ada yang berani menegur.

Di sisi lain, Tatang mengaku apa yang tersebar di media sosial tidak seperti yang terjadi di lapangan.

Justru kemacetan di jalan tersebut terjadi karena banyaknya kontainer pabrik yang parkir di bahu jalan.

Baca Juga: Pejuang TKA di SMK Merapat, Ini Latihan Soal TKA 2025 Mapel Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan

Selain itu, Tatang mengungkapkan adanya gesekan dirinya dengan Kepala Desa Gintung Kerta, sehingga ada dugaan rekrutmen security hanya untuk warga yang ada di pihak kades

Sedangkan warga lainnya tidak dipertimbangkan nasibnya untuk bekerja di pabrik tersebut.

Akibat vendor perusahaan yang memberi janji palsu karena tak merekrut warga lokal, Tatang telah berkirim surat pada Disnakertrans Karawang.***