POJOKSATU.id, BEKASI - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui pengurangan emisi dan efisiensi energi. PT Aisan Nasmoco Industri (PT ANI) juga mengambil langkah konkret untuk memulihkan ekosistem dan menjaga keanekaragaman hayati yang mulai tergerus oleh perkembangan kawasan industri.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, perusahaan manufaktur komponen otomotif yang beroperasi di Kawasan Industri EJIP, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, menggelar serangkaian kegiatan lingkungan yang berfokus pada penghijauan, konservasi fauna, serta pengendalian polusi udara.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pelepasliaran puluhan burung ke habitat alaminya sebagai bagian dari upaya mengembalikan keseimbangan ekosistem di kawasan industri.

Head Section Safety & Environment PT ANI, Agus Setia Budi, menjelaskan bahwa perusahaan melakukan penanaman 11 pohon pule dan melepas lebih dari 60 ekor burung yang berasal dari beberapa spesies yang populasinya semakin jarang ditemukan di wilayah sekitar perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan berdasarkan hasil kajian internal yang dilakukan PT ANI pada tahun sebelumnya terkait kondisi keanekaragaman hayati di lingkungan kawasan industri.

"Ada empat jenis burung yang kami lepasliarkan hari ini, yaitu burung perkutut, manyar, cipau, dan pleci. Berdasarkan survei populasi yang kami lakukan pada tahun 2025 lalu, tiga dari jenis burung tersebut sudah hampir tidak ditemukan lagi di kawasan ini. Karena itu, pada tahun 2026 ini kami berinisiatif memberikan sumbangsih nyata untuk mengembalikan habitat mereka," ujar Agus.

Baca Juga: Pupuk Kujang Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 51 Warga, Bantu Tekan Angka Kebutaan di Karawang

Menurutnya, keberadaan burung memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menjadi indikator kesehatan ekosistem, berbagai jenis burung juga membantu proses penyebaran biji tanaman dan pengendalian populasi serangga secara alami.

Populasi Fauna Mulai Berkurang

Pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan permukiman di Kabupaten Bekasi dalam beberapa tahun terakhir membawa tantangan tersendiri terhadap keberlangsungan habitat satwa liar.

Alih fungsi lahan yang terus berlangsung menyebabkan berkurangnya ruang hidup berbagai spesies fauna yang sebelumnya hidup di area terbuka dan lahan hijau.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan PT ANI melakukan survei populasi satwa di sekitar kawasan operasional perusahaan.

Hasil survei menunjukkan adanya penurunan jumlah beberapa jenis burung yang sebelumnya cukup mudah ditemukan di wilayah tersebut.

Temuan itulah yang kemudian mendorong perusahaan untuk melakukan langkah konservasi sederhana melalui program pelepasliaran burung dan penghijauan.

Baca Juga: Hadapi Perubahan Iklim, PT Aisan Nasmoco Industri Tanam Pohon dan Lepas Burung di Kawasan Industri Cikarang

Selain menambah populasi fauna, penanaman pohon juga diharapkan dapat menciptakan habitat baru yang lebih mendukung keberlangsungan kehidupan satwa di kawasan industri.

Uji Emisi Kendaraan Manajemen

Tidak hanya fokus pada pemulihan ekosistem, PT ANI juga menjalankan program pengendalian pencemaran udara melalui pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan yang digunakan di lingkungan perusahaan tetap memenuhi standar emisi yang ditetapkan pemerintah.

Menariknya, sasaran utama uji emisi kali ini adalah kendaraan pribadi dan kendaraan dinas milik jajaran manajemen lokal perusahaan.

Mulai dari level Assistant Supervisor hingga General Manager diwajibkan mengikuti pemeriksaan emisi kendaraan mereka.

Agus menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil berdasarkan prioritas pengawasan internal perusahaan.

Menurutnya, kendaraan operasional yang digunakan oleh jajaran direksi asal Jepang telah menggunakan sistem sewa resmi sehingga perawatan dan pengujian emisinya dilakukan secara berkala oleh pihak penyedia layanan.

"Untuk kendaraan operasional direksi Jepang atau Japanese expat, statusnya adalah lease resmi sehingga perawatan dan uji emisinya sudah dilakukan secara rutin oleh vendor. Sementara kendaraan yang kurang rutin dicek biasanya adalah milik rekan-rekan dari level Supervisor hingga General Manager," jelas Agus.

Baca Juga: Dolar Bertahan di Rp18.000, Apakah Rupiah Sedang Menghadapi Tekanan Besar?

Sebanyak 30 Kendaraan Diuji

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 30 unit kendaraan mengikuti proses pemeriksaan emisi.

Kendaraan yang diuji terdiri atas mobil berbahan bakar bensin maupun solar yang digunakan oleh jajaran manajemen PT ANI.

Petugas melakukan pengukuran kadar gas buang untuk memastikan seluruh kendaraan masih berada dalam batas emisi yang diperbolehkan.

Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat menekan potensi pencemaran udara yang berasal dari kendaraan bermotor di lingkungan kerja.

Selain memberikan manfaat langsung terhadap kualitas udara, program uji emisi juga menjadi sarana edukasi bagi para karyawan untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan yang digunakan sehari-hari.

PT ANI meyakini bahwa upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari efisiensi energi, penghijauan kawasan, pelestarian satwa, hingga pengendalian emisi kendaraan.

Wujud Industri Berkelanjutan

Baca Juga: Profesor UMM Masuk Jajaran Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia, Raih Predikat World Top 5% Scientist 2025

Program yang dijalankan PT ANI dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menunjukkan bahwa perusahaan industri dapat berperan aktif dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Melalui penanaman pohon, pelepasliaran lebih dari 60 burung, serta uji emisi kendaraan, perusahaan berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan di kawasan industri Cikarang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pemulihan ekosistem tidak harus menunggu program besar berskala nasional. Inisiatif sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh perusahaan dan individu dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan hidup.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menerapkan praktik serupa, harapan untuk menciptakan kawasan industri yang hijau, sehat, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama. ***