KARAWANG, POJOKSATU.id Perselisihan yang melibatkan warga Dusun Cijalu, Desa Cikampek Timur, warga Gang Kopti, Desa Cikampek Selatan, dan warga Desa Dawuan Barat berakhir damai.

Ketiga pihak sepakat saling memaafkan setelah menjalani mediasi di Mapolsek Cikampek, Senin (26/10/2026).

Mediasi tersebut melibatkan unsur TNI-Polri dan pemerintah Kecamatan Cikampek. Pertemuan dilakukan setelah rangkaian keributan yang bermula pada Sabtu (24/10) malam dan kembali memanas pada Senin siang.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, perselisihan awal terjadi setelah sejumlah pemuda menonton pertunjukan musik reggae di Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Keributan kemudian berlanjut di area parkir Pasar Pemda Cikampek.

Dalam rangkaian kejadian itu, terdapat warga Desa Dawuan Barat dan warga Gang Kopti yang dilaporkan menjadi korban.

Situasi kembali memanas pada Senin sekitar pukul 11.30 WIB, ketika terjadi keributan yang melibatkan warga Dawuan Barat dan warga Dusun Cijalu.

Aparatur setempat bersama personel TNI-Polri kemudian melerai keributan tersebut.

Mediasi dilanjutkan di Aula Mapolsek Cikampek dengan melibatkan Kabag Ops Polresta Karawang Kompol Asep Rahman, Camat Cikampek Adi Firmansyah, Kapolsek Cikampek Kompol Aji Setiaji, Danramil 0406/Cikampek Kapten Inf Encep Sumarna, serta Kasat Reskrim Polresta Karawang Kompol Ali Jufri.

Dalam mediasi itu, seluruh perwakilan warga sepakat saling meminta maaf dan memaafkan. Mereka juga menyetujui penyelesaian secara damai melalui musyawarah.

Sebagai bagian dari kesepakatan, perwakilan warga Cikampek Timur akan memberikan penggantian biaya pengobatan sebesar Rp 2 juta kepada korban dari Desa Dawuan Barat pada Selasa (27/10).

Sementara itu, korban dari Gang Kopti akan menerima penggantian biaya pengobatan sebesar Rp 1 juta yang dijadwalkan dibayarkan pada Rabu (28/10).

Danramil 0406/Cikampek Kapten Inf Encep Sumarna mengatakan, mediasi berjalan tertib dan aman. Ia mengapresiasi kesediaan seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan tanpa memperpanjang konflik.

“Alhamdulillah, mediasi berjalan dengan tertib dan aman. Seluruh pihak sepakat untuk berdamai, saling memaafkan, serta menyelesaikan permasalahan ini secara musyawarah,” kata Encep.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tidak memperkeruh situasi.

Menurutnya, peran tokoh masyarakat, pemuda, dan aparatur desa sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kecamatan Cikampek. Jangan sampai persoalan ini meluas dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Seluruh pihak juga sepakat tidak mengulangi kejadian serupa maupun melakukan aksi penyerangan.

Mereka menyatakan persoalan telah selesai melalui kesepakatan damai dan tidak akan melanjutkannya ke jalur hukum.

Masyarakat di masing-masing wilayah turut diharapkan menjaga situasi tetap kondusif serta tidak terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu perselisihan baru. ***