POJOKSATU.id, KARAWANG — Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, DRG. Putih Sari, mendapat respons positif dari pemerintah Desa Sukamerta dan masyarakat Karawang. Program ini dinilai mampu menjawab kebutuhan gizi anak sekolah sekaligus menjadi bukti nyata komitmen politik sang legislator.

Kepala Desa Sukamerta, H. Ahmad Holidin, mengapresiasi penuh langkah Putih Sari yang turun langsung membawa informasi terkait MBG ke tingkat desa. Menurutnya, kehadiran anggota dewan tersebut menguatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam urusan kesehatan masyarakat.

"Kami sangat bersyukur Ibu Putih Sari hadir langsung memberi penjelasan. Ini bukti dari komitmen beliau yang duduk di Komisi IX dan mampu mengawal MBG hingga menyentuh masyarakat," ungkap H. Holidin usai kegiatan, Jumat (14/11/2025).

Holidin menuturkan bahwa materi sosialisasi yang disampaikan sangat jelas, mulai dari siapa saja penerima manfaat hingga jenis makanan yang akan dibagikan. Ia menyebut dampak program mulai terasa pada sejumlah sekolah di Sukamerta, termasuk lembaga pendidikan non-formal dan pondok pesantren yang sedang berkembang.

“Yang membuat kami bangga, sekolah formal dan non-formal di desa kami sudah mulai menikmati manfaat program ini. Bahkan pondok pesantren yang sedang dibangun pun ikut merasakannya,” ujarnya.

Ia menilai MBG sejalan dengan visi Presiden terpilih untuk mencetak Generasi Emas 2045, karena fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak dini.

Baca Juga: Putih Sari Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Rawamerta Karawang

Antusiasme serupa datang dari warga desa tetangga, Teh Nurlaila dari Desa Kutawargi. Ia menilai MBG bukan hanya sekadar program bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas kesehatan generasi berikutnya.

“Sebagai seorang ibu, saya sangat senang dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis. Penjelasannya membuat kami paham bahwa ini investasi untuk masa depan anak-anak kami,” kata Teh Nurlaila.

Ia mengakui program ini sangat membantu, terutama bagi keluarga yang sedang menghadapi tekanan ekonomi. Dengan adanya MBG, para orang tua tak lagi khawatir anaknya berangkat sekolah tanpa asupan nutrisi yang cukup.

“Anak-anak jadi tidak kekurangan gizi, dan makanan yang mereka dapat pun mengandung protein dan nutrisi yang terjamin,” tambahnya.

Meski demikian, ia berharap program ini segera diperluas ke desa lain.

Baca Juga: Konflik Kepengurusan Masjid Agung Karawang Makin Memanas

“Kami berharap wilayah kami, Kutawargi, segera ikut merasakan manfaat program ini. Kami mendukung sepenuhnya demi terwujudnya Generasi Emas,” tutupnya.

Berdasarkan data BGN, implementasi MBG di Jawa Barat diproyeksikan mampu menciptakan puluhan ribu lapangan kerja serta menggerakkan dana hingga triliunan rupiah. Hal ini menegaskan bahwa MBG tidak hanya berdimensi kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. ***