POJOKSATU.id, KARAWANG- Ketua Forum Masyarakat Tani Banyusari, Kabupaten Karawang Indra Sugara, menyuarakan keluhan terkait dampak pembangunan proyek rehabilitasi saluran induk Bendung Walahar BP. Tut 14 yang dilakukan oleh PT Nindya Karya.
Para petani di daerah tersebut telah bersurat kepada pihak terkait guna mengungkapkan keprihatinan mereka atas kekeringan yang berlangsung selama empat bulan akibat proyek tersebut. Totalnya lebih dari 138 hektar sawah mengalami kekeringan.
"Kami sudah mengalami kerugian satu kali musim panen. Hal ini tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat Banyusari, terutama bagi petani di Desa Gempol Kolot," ungkap Indra Sugara.
Petani setempat mengeluhkan bahwa kekeringan yang terjadi selama empat bulan membuat mereka tidak dapat menggarap sawah.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya kerugian di musim panen berikutnya.
Baca Juga: 80 Calon Purna Tugas Terima Surat Keputusan Pensiun di Karawang
Lebih lanjut, mayoritas mata pencaharian di Banyusari adalah bertani, sehingga dampak proyek tersebut sangat terasa di tingkat masyarakat.
Indra Sugara menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah dalam merehabilitasi aliran irigasi, yang seharusnya memberikan manfaat positif bagi para petani.
Namun, dia menekankan pentingnya komunikasi dan sosialisasi terkait dampak proyek kepada para petani agar situasi seperti ini dapat dihindari.
"Kami berharap agar Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) BBWS Citarum, PT Nindya Karya, selaku kontraktor, dan Kementerian PUPR mempertimbangkan nasib petani yang terdampak oleh proyek ini," tambahnya.
Indra Sugara menyoroti perlunya solusi konkret untuk mengatasi permasalahan ini. Kerugian petani tidak hanya mencakup satu musim panen, melainkan juga merugikan para petani yang memiliki lahan hasil sewa.
Para petani menyatakan telah mengirim surat kepada kontraktor, PT Nindya Karya, untuk melakukan audiensi.
Jika tidak tercapai titik temu atau metode penyelesaian kerugian, mereka berencana melakukan aksi protes kepada Pemerintah Daerah atau Komisi 2.
Baca Juga: Kunjungi Karawang, Ganjar Ingin Hilangkan Sogok-menyogok Masuk Industri
Selain dampak terhadap petani, masyarakat juga mencatat adanya risiko keselamatan pengguna jalan akibat bebatuan yang terlalu menonjol dan minimnya rambu bahaya di sepanjang jalan.
Selain itu, poros jalan ke arah Kecamatan Banyusari juga mengalami kerusakan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. ***




