POJOKSATU.id, KARAWANG – Di tengah hiruk pikuk perkembangan digital dan dominasi transaksi non-tunai, seorang warga Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Kamin, justru memilih melawan arus. Ia merawat peninggalan masa lalu dalam bentuk yang kecil, tipis, dan penuh kenangan: uang Rupiah kuno.
Berawal dari kebiasaan menabung di celengan sejak muda, pria ini tanpa sengaja membentuk koleksi langka. Kepingan koin Rp25 hingga lembaran Rp1.000 kini tersimpan rapi. Beberapa sudah mulai usang, sebagian lainnya masih utuh, seolah menantang waktu untuk dilupakan.
“Saya tidak pernah berpikir akan mengoleksi. Awalnya hanya disimpan karena sayang dibelanjakan. Tapi lama-lama jadi kebiasaan,” katanya sambil menunjukkan tumpukan uang dalam map plastik.
Total koleksi yang dimilikinya kini ditaksir mencapai Rp3 juta. Nilai nominalnya memang tak seberapa di zaman sekarang. Namun bagi sang pemilik, setiap uang itu punya cerita—tentang masa kecil, harga-harga murah, dan kehidupan yang lebih sederhana.
Baca Juga: Cellica Minta Penjelasan PT Changshin Karawang Soal Pekerja yang Meninggal
Yang menarik, uang-uang tersebut kini sudah tidak ditemukan di pasar, toko, atau dompet masyarakat. Bahkan anak-anak zaman sekarang mungkin belum pernah melihatnya secara langsung.
“Kalau saya tunjukkan ke anak-anak, mereka pikir ini mainan. Padahal dulu, uang ini bisa beli banyak,” ujarnya tertawa kecil.
Sayangnya, hingga kini ia belum tahu harus berbuat apa dengan koleksinya. Ia sempat berharap bisa menukarkannya di Bank Indonesia, namun tidak semua pecahan masih diterima. Sementara menjualnya ke kolektor, ia belum paham caranya.
“Kalau ada yang tertarik, saya siap berbagi. Tapi bukan hanya soal uang, saya ingin koleksi ini bisa bercerita tentang masa lalu Indonesia,” katanya.
Koleksi seperti ini bukan sekadar benda antik. Ia adalah potret perjalanan bangsa, dari zaman ke zaman. Dan di tangan orang-orang seperti warga Desa Amansari ini, sejarah itu hidup kembali—melalui lembaran-lembaran uang yang pernah menjadi nadi ekonomi rakyat. ***




