KARAWANG, POJOKSATU.id - Media sosial tak hanya menjadi tempat berbagi informasi, edukasi, dan hiburan. Tak jarang, unggahan warganet juga memicu polemik hingga menyeret nama pelaku usaha dan menjadi perbincangan publik.

Hal itu terjadi di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menyusul ramainya konflik antara RM Saung Cobek Sumoreang 2 dan RM Saung Berkah Gurame yang dipicu unggahan ulasan makanan di media sosial.

Persoalan bermula dari unggahan akun media sosial @Imam Sunarto, yang mengulas rasa dan kualitas sejumlah menu makanan di RM Saung Cobek Sumoreang 2. Dalam ulasannya, pemilik akun menyampaikan kritik terhadap tempe mendoan, sop sapi, hingga sate maranggi.

“Teu ngeunah tempe mendoan, jeung sop sapi, ari masak nu baleg atuh,” tulis akun tersebut.

Selain kritik tersebut, pemilik akun juga memberikan masukan kepada pihak rumah makan agar memperhatikan bumbu dan cara pengolahan makanan.

“Teruntuk owner Cobek Sumoreang, coba tempe mendoan diberi bumbu yang benar dan ada bawang daunnya. Sate marangginya alot, bisa ditambah asam Jawa atau satenya ditutupin daun pepaya biar empuk. Saya sebagai pelanggan yang makan di situ cuma kasih masukan,” demikian isi unggahan tersebut.

Pemilik akun juga menyebutkan bahwa dirinya pernah melakukan pembelian di rumah makan tersebut pada awal Oktober dan meminta pihak pengelola memeriksa nota transaksi sebagai bukti kunjungannya.

Namun, ulasan pelanggan tersebut kemudian berkembang menjadi polemik. Pihak RM Saung Cobek Sumoreang 2 diduga mengaitkan unggahan itu dengan RM Saung Berkah Gurame, bahkan muncul dugaan bahwa pengulas merupakan orang suruhan dari pihak rumah makan pesaing tersebut.

Dugaan itu pun memicu kesalahpahaman di antara kedua pelaku usaha kuliner tersebut.

Saat dikonfirmasi, pihak Saung Berkah Gurame menyatakan bahwa persoalan tersebut merupakan kesalahpahaman.

Mereka menegaskan bahwa akun yang mengunggah ulasan adalah akun @Imam Sunarto, sehingga meminta agar persoalan itu tidak diarahkan kepada pihaknya tanpa kejelasan.

Pihak Saung Berkah Gurame juga meminta pemilik akun @Imam Sunarto memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai unggahan yang menjadi awal polemik tersebut.

Mereka berharap klarifikasi itu dapat meluruskan persoalan sekaligus menghentikan berkembangnya dugaan yang mengaitkan nama usaha mereka dengan ulasan pelanggan tersebut.

Selain itu, pihak Saung Berkah Gurame meminta pihak Saung Cobek Sumoreang menyampaikan permintaan maaf atas tuduhan yang disebut telah diarahkan kepada mereka.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak RM Saung Cobek Sumoreang 2 terkait polemik tersebut.

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa ulasan pelanggan di media sosial dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih luas apabila disertai dugaan yang belum terverifikasi.

Di tengah persaingan usaha, klarifikasi dan komunikasi secara terbuka dinilai penting agar kesalahpahaman tidak semakin melebar.

Kritik terhadap rasa dan kualitas makanan merupakan bagian dari pengalaman pelanggan. Namun, mengaitkan sebuah ulasan dengan pihak lain perlu didukung bukti yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan pihak yang dituding.***