POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memastikan bahwa eksekusi rencana penataan dan relokasi pedagang Pasar Tanjung akan dilakukan setelah bulan suci Ramadhan 2027 berakhir.
Kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas perputaran ekonomi masyarakat kecil agar tidak terganggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 2027.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengawal nasib para pedagang.
Baca Juga: Trauma Berat Usai Bencana Gempa NTT, Ribuan Guru dan Siswa Bakal Dapat Pendampingan Mental Khusus!
Ia bahkan memilih turun langsung ke pasar untuk menyerap aspirasi para pedagang agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
"Alhamdulillah, ini silaturahmi kita yang keempat kali. Saya sangat bahagia bisa langsung mendengarkan aspirasi warga tanpa perantara, sehingga saya pastikan pedagang sebagai simbol ekonomi rakyat kecil bisa tumbuh lebih baik," tutur Gus Fawait saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
Lebih lanjut, Gus Fawait mengungkapkan bahwa keputusan untuk menunda relokasi hingga usai Lebaran ini murni merupakan hasil dari permintaan langsung para pedagang pasar.
Guna menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Jember akan segera menggelar pertemuan lanjutan.
"Maka kami dalam kurun waktu sepekan ke depan, akan mengundang perwakilan pedagang untuk mematangkan teknis pelaksanaannya," tegasnya.
Tak hanya berhenti pada tahap diskusi di tingkat daerah, Gus Fawait juga bersiap memboyong usulan penataan pasar ini ke pemerintah pusat di Jakarta.
Baca Juga: Petahana Kembali Bertarung! Dini Novi Andriyani Siap Lanjutkan Pembangunan Sindangkarya
Langkah ini krusial guna mengamankan dukungan anggaran perizinan serta merealisasikan dana bantuan revitalisasi pasar dari pusat yang nilainya mencapai Rp 250 miliar.
"Kami akan ke Jakarta lagi untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi ini, agar ini bisa segera terlaksana sesuai keinginan para pedagang," terangnya.
Terkait teknis pelaksanaan di lapangan, seperti manajemen arus lalu lintas dan penataan pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan, Gus Fawait menegaskan prinsip kehati-hatian.
Ia secara lugas menyatakan keengganannya memberikan sekadar janji manis tanpa perhitungan yang matang dan terukur.
Saat ini, jajaran Pemkab Jember tengah melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap potensi kendala teknis di lapangan.
Agar perencanaan berjalan mulus, Gus Fawait memastikan adanya koordinasi intensif lintas sektoral yang melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait, jajaran kepolisian, hingga pihak pengelola jalan nasional.
Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan rumusan dan langkah konkret yang benar-benar solutif bagi penataan wajah Pasar Tanjung di Kabupaten Jember tanpa merugikan urat nadi ekonomi para pedagang. ***



