POJOKSATU.id, JEMBER – Sektor kesehatan di Kabupaten Jember masih dihadapkan pada sejumlah tantangan serius.
Masalah utamanya berkutat pada tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Pemerintah Kabupaten Jember pun terus berupaya mencari akar persoalan dari masalah klasik tersebut.
Baca Juga: Cetak Rekor di Sekar Kijang, Gus Fawait Siapkan Subsidi Bunga Pinjaman UMKM Jember pada 2027
Salah satu temuan terbesarnya adalah masih sangat minimnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya imunisasi.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) menyoroti adanya penolakan dari sebagian masyarakat di wilayahnya.
Penolakan ini ternyata dipicu oleh beredarnya informasi keliru yang menyebut bahwa imunisasi itu haram.
Baca Juga: Tunggakan 66 Ribu Pengajuan Lunas, Program Peta Cinta Jember Sukses Pangkas Antrean e-KTP
Menyikapi hal tersebut, Gus Fawait langsung mengambil langkah tegas. Ia meminta seluruh jajarannya untuk aktif menyosialisasikan kebenaran medis dan agama guna menepis keraguan di tengah masyarakat.
Bupati yang lekat dengan latar belakang pesantren ini menginstruksikan agar sosialisasi kesehatan turut melibatkan pendekatan agama.
Pihaknya akan menggunakan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai rujukan utama.
Baca Juga: Persiapan Sudah 85 Persen, Kostum dan Koreografi Peserta JFC 2026 Makin Matang
"Pemerintah sudah memegang fatwa dari MUI bahwa imunisasi itu halal, maka hal ini harus terus kita sampaikan agar tidak ada lagi keraguan," jelas Gus Fawait, Senin (6/7/2026).
Keputusan penggunaan fatwa MUI ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meredam peredaran hoaks.
Masyarakat yang sebelumnya menolak vaksin karena alasan keyakinan diharapkan bisa kembali membuka diri.
Gus Fawait optimis bahwa kolaborasi edukasi antara tenaga medis dan tokoh agama akan membuahkan hasil.
Target utamanya adalah untuk mendongkrak tingkat partisipasi imunisasi di seluruh penjuru desa.
Baca Juga: Tak Perlu Bolak-balik Pengadilan, PASTI MAPAN Jember Bikin Revisi Data KTP Sehari Kelar
Dengan meningkatnya cakupan imunisasi, kekebalan tubuh anak-anak di Jember akan terbentuk secara optimal.
Pemkab Jember menaruh harapan besar langkah preventif ini mampu menekan angka kematian bayi secara signifikan di masa depan.***



