POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif dalam Rapat Paripurna III yang digelar pada Senin (14/9/2026).

Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pengesahan tersebut. 

Baca Juga: Purbaya Mendadak Angkat Kaki dari Kursi Menkeu, Bersih-Bersih Pajak dan Bea Cukai Belum Tuntas

Ia menilai postur P-APBD 2026 ini sangat selaras dengan sinergi program pemerintah pusat, yang dipastikan akan membawa dampak signifikan bagi pembangunan Jember di berbagai sektor.

"Alhamdulillah, hari ini eksekutif dan legislatif sama-sama menandatangani persetujuan P-APBD tahun 2026. Banyak sekali program dari pemerintah pusat untuk Jember. Ini harus kita syukuri bersama," ujar Gus Fawait usai paripurna.

Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama adalah pendidikan. 

Baca Juga: Farhan Perketat Pengawasan MBG di Bandung, 3 SPPG Masuk Pengawasan Khusus

Gus Fawait mengungkapkan bahwa Pemkab Jember telah menyiapkan anggaran fantastis untuk program revitalisasi sekolah, yang diproyeksikan melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

"Revitalisasi sekolah kita insyaallah naik 100 persen lebih dibanding tahun 2025. Tahun 2025 itu sudah pecah rekor selama Jember berdiri, dan hari ini insyaallah akan lebih banyak lagi, baik untuk sekolah negeri maupun swasta. Inilah bentuk keadilan," tegasnya.

Guna memaksimalkan percepatan pembangunan, Gus Fawait secara khusus menantang para anggota DPRD Jember untuk aktif melakukan lobi-lobi strategis ke pemerintah pusat. 

Baca Juga: Keluarga Masih Menanti Kabar Chief Officer KM Virgo Transport 8 Asal Karawang

Menurutnya, sinergi lintas lembaga sangat dibutuhkan untuk menjemput bola program-program nasional.

"Makanya kita perlu jemput. Tadi saya juga minta anggota DPRD Kabupaten Jember untuk bantu saya. Ayo kalau mau kunjungan ke Jakarta, bantu saya. Itu bukan termasuk pemborosan menurut saya kalau pulangnya bisa dapat berlipat-lipat anggaran untuk Kabupaten Jember," ucapnya.

Di samping pembenahan infrastruktur pendidikan, Gus Fawait juga memastikan komitmennya dalam mengawal pelayanan dasar masyarakat, terutama program Homecare. 

Ia menginstruksikan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak sekadar duduk manis di kantor.

"Saya akan fokus bekerja mewujudkan apa yang ada di RPJMD, khususnya perbaikan pelayanan dasar homecare. Semua Kepala OPD setiap hari Jumat wajib ikut turun. Saya tidak mau mereka hanya menerima laporan dari meja saja, apa pun OPD-nya, mereka harus turun agar tahu kendala di bawah," terang Gus Fawait.

Baca Juga: KMP Virgo Transport 8 Hilang Kontak, 129 Orang Masih Dicari Basarnas di Laut Jawa

Sementara itu, terkait target serapan anggaran di akhir tahun, Bupati optimistis dapat mencapai target maksimal. 

Ia menyebutkan bahwa serapan APBD Jember saat ini sudah menyentuh angka 60 persen dan ditargetkan menembus 90 hingga 95 persen pada akhir tahun anggaran.

Menariknya, di sela-sela pemaparan hasil paripurna, Gus Fawait turut menanggapi santai santernya rumor politik yang mengaitkan dirinya dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur mendatang, menyusul dukungan dari sejumlah anggota dewan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Mendadak Copot Menkeu Purbaya, Digantikan Wamenkeu Suahasil Nazara

"Doa baik dari semuanya, apa pun itu selama baik kita amini. Tapi izinkan saya untuk fokus dulu bekerja mewujudkan apa-apa yang ada di Jember. Urusan pilkada atau pilgub masih lama. Kita sebagai kader siap ditugaskan di mana saja, tapi hari ini saya di Jember, maka saya siap dan fokus di Jember," pungkasnya. ***