POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus tancap gas menyempurnakan layanan kesehatan jemput bola atau Homecare.
Guna menyamakan frekuensi, Bupati Jember, Gus Fawait, mengumpulkan jajaran perangkat daerah dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (7/8/2026) malam.
Rapat krusial ini dihadiri oleh para camat, kepala puskesmas, direktur BUMD, hingga Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Jember. Tujuannya satu: memastikan eksekusi program Homecare di lapangan tidak melenceng dan benar-benar menyentuh masyarakat lapisan bawah yang kesulitan ke rumah sakit.
Baca Juga: Rapat Pertama Dewan Syuro dan Tanfidziah PKB Madina, Pengurus Kecamatan Kita Selama Ini Adalah Tokoh
Di hadapan para bawahannya, Gus Fawait menegaskan bahwa Homecare memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar urusan medis. Baginya, program ini adalah cara pemerintah merespons kebutuhan warga sekaligus membangun birokrasi yang lebih membumi.
"Homecare ini bukan sekadar layanan kesehatan biasa, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah rakyat. Saya ingin ini menjadi legacy (warisan) kita bersama untuk Jember," tegas Gus Fawait.
Untuk memastikan pelayanan ini tepat sasaran, Gus Fawait membeberkan ada enam kelompok rentan yang wajib diprioritaskan oleh para petugas medis saat turun ke lapangan.
Keenam kelompok prioritas tersebut meliputi lansia yang hidup sebatang kara, ibu hamil dengan risiko tinggi, serta anak-anak penderita stunting.
Selain itu, penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, warga miskin yang mengidap penyakit kronis atau berkepanjangan, hingga para tokoh agama juga masuk dalam daftar sasaran utama.
Bagi masyarakat di luar enam kategori tersebut, Pemkab Jember tetap membuka pintu pelayanan. Secara tidak langsung, Bupati menjelaskan bahwa warga masih bisa meminta bantuan Homecare dengan cara melapor melalui layanan hotline "Wadul Gus'e".
Nantinya, tim di lapangan akan melakukan verifikasi kelayakan terlebih dahulu sebelum menerjunkan tenaga medis.
Guna menghindari kebingungan di tingkat akar rumput, Gus Fawait mewanti-wanti seluruh pelaksana program, mulai dari puskesmas, camat, hingga ibu-ibu PKK, untuk membuang ego sektoral dan menyatukan pemahaman.
Menurutnya, keseragaman persepsi terkait siapa sasaran utama dan bagaimana mekanisme pelayanannya adalah kunci suksesnya Homecare.
Ia menginstruksikan para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan untuk segera menggencarkan sosialisasi ke desa-desa, agar masyarakat tahu dan bisa segera merasakan dampaknya. ***



