POJOKSATU.id, JEMBER – Nasib nahas menimpa Muhammad Khoirul Anam (27), pemuda asal Desa Nogosari, Kabupaten Jember.

Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di wilayah Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Duka keluarga di kampung halaman semakin mendalam tatkala mengetahui jenazah almarhum tidak bisa langsung dibawa pulang. 

Baca Juga: Sinergi Aparat Penegak Hukum dan Insan Pers dalam Pengawasan Pemberantasan Korupsi di Jawa Barat Harus Terjalin Harmonis

Kondisi ekonomi keluarga yang tergolong kurang mampu membuat mereka tak memiliki biaya untuk memulangkan jenazah Anam dari rumah sakit setempat.

Beruntung, kebuntuan tersebut akhirnya menemui titik terang setelah mendapat atensi dari jajaran DPRD Kabupaten Jember.

Berkat upaya koordinasi yang cepat, jenazah korban akhirnya berhasil dipulangkan dan tiba di Jember dengan selamat pada Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Kejagung Terbuka Soal Emas 74 Kg Uang Rp476 M di Rumah Febrie, Namun Pemilik Tak Jua Diungkap

Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman, membenarkan kejadian tersebut. 

Ia menyebut langkah cepat langsung diambil setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya warga Jember yang jenazahnya tertahan di perantauan.

"Kami langsung mengkomunikasikan kepada Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, untuk bisa berupaya memulangkan jenazah korban," ujar Agung saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Tim Ekspedisi Patriot dan Pemkab Bangka Selatan Berkolaborasi Bangun Transmigrasi Batu Betumpang Berbasis Pertanian Organik

Agung menjelaskan bahwa kondisi keluarga korban memang sangat membutuhkan pertolongan. 

Oleh karena itu, pihaknya berupaya semaksimal mungkin mengawal proses birokrasi agar jenazah bisa segera dibawa pulang dan dikebumikan di tanah kelahirannya.

Belajar dari peristiwa memilukan ini, legislator Golkar tersebut mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember lebih peka. 

Ia berharap ke depannya ada kebijakan khusus dari pemerintah daerah yang mengatur penanganan warga miskin yang tertimpa musibah serupa di luar daerah.

Agung secara khusus menyoroti pentingnya penyiapan armada dan alokasi anggaran darurat yang diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Komdigi Ingatkan Soal Penyebaran Hoaks di Hari Kemerdekaan, Isu Demo dan Pecah Belah Wajib Diwaspadai

"Sehingga mereka tidak kebingungan dan ada alokasi khusus untuk itu, agar nantinya bila terjadi musibah serupa bisa direspons dengan cepat," pungkasnya menegaskan.***