JEMBER, POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Perum Bulog Kantor Cabang Jember menyiapkan terobosan baru dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

Jika sebelumnya distribusi dipusatkan di kantor balai desa, mulai akhir tahun ini bantuan akan diantar langsung ke rumah masing-masing alias door to door.

Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menjelaskan bahwa program pengiriman langsung ini juga akan dilengkapi dengan pemberian stiker khusus pada rumah penerima.

Langkah tersebut diambil guna memastikan ketepatan sasaran serta mempermudah integrasi data bagi Badan Pusat Statistik (BPS).

"Banyak manfaatnya, salah satunya untuk memastikan rekan-rekan BPS dapat memverifikasi bahwa warga yang bersangkutan benar-benar menerima bantuan dari pemerintah," ujar Gus Fawait.

"Sehingga ke depan, kalkulasi pertumbuhan ekonomi dan data kemiskinan bisa terukur secara akurat dari angka yang dipublikasikan BPS," tambahnya.

Bupati juga mengungkapkan rasa syukurnya atas tren positif penurunan angka kemiskinan di Jember.

Di mana daerah ini kini berhasil keluar dari posisi dua besar kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, memaparkan bahwa saat ini Bulog tengah merampungkan distribusi bantuan pangan tahap kedua yang mencakup alokasi periode Juli hingga September.

Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), jumlah penerima bantuan pada tahap ini tercatat sebanyak 380.195 keluarga.

"Ada sedikit penurunan dibanding alokasi tahap pertama pada Februari-Maret lalu yang mencapai 390.744 penerima," jelas Ade Saputra.

"Namun, untuk penyaluran di Kabupaten Jember pada tahap kedua ini sudah kami salurkan secara tuntas," imbuhnya.

Terkait rencana penyaluran tahap akhir, pihak Bulog masih menunggu pembaruan data resmi dari Bapanas dengan estimasi jumlah penerima yang masih dinamis, baik mengalami kenaikan maupun penurunan.

Menanggapi inovasi pengiriman langsung ke rumah tersebut, Ade menyambut baik program kolaborasi bersama Pemkab Jember melalui Dinas Sosial karena dinilai sangat membantu efektivitas di lapangan.

Ia menilai kendala waktu warga yang harus bekerja pada pagi hingga sore hari, sementara perangkat desa biasanya membatasi waktu pengambilan di balai desa hingga pukul 17.00 WIB, dapat teratasi dengan sistem kunjung ke rumah.

Di sisi lain, Bulog memastikan ketersediaan cadangan beras di Jember berada dalam kondisi yang sangat aman.

Berkat serapan gabah dari petani lokal yang telah mencapai 117.000 ton hingga saat ini, stok beras di Jember dipastikan mencukupi kebutuhan hingga dua tahun ke depan.

Meskipun wilayah tengah menghadapi fenomena iklim El Nino, Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap hasil panen petani.

"Kami masih membuka serapan," tegas Ade.

"Ketika harga gabah petani menyentuh di bawah atau setara Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Bulog akan tetap menyerapnya. Buktinya, hingga hari ini kami masih terus melakukan penyerapan meskipun tidak dalam jumlah besar," pungkasnya.